Toleransi Ala Walisongo

Toleransi Ala Walisongo

Berikut ini ada sebuah tulisan bagus yang ditulis oleh Tiar Anwar Bachtiar dari INSIST  yang layak dibaca di zaman ini dimana banyak orang salah mengartikan arti kata toleransi atas nama agama dengan dalih Pluralisme. Karena adalah sebuah kenyataan yang tidak bisa dielakkan bahwa sejak lama masyarakat Indonesia hidup dengan kultur dan agama yang majemuk, tidak terkecuali saat Islam datang ke negeri ini. Saat itu, agama Hindu-Budha sudah ada lebih dahulu. Dalam proses Islamisasi, sebagian ada yang langsung tertarik untuk memeluk Islam tanpa paksaan, namun sebagian lain masih memegang kepercayaan lama sehingga persentuhan kaum Muslim dengan orang-orang non-Muslim tidak bisa dihindarkan.

Dalam hal ini, ada prinsip-prinsip pokok dipegang secara eksklusif dan tidak bisa ditawar-tawar, yaitu dalam hal akidah dan ibadah. Sementara dalam hal-hal lain, yang tidak berpotensi merusak akidah, ibadah, serta ajaran pokok Islam lainnya, umat Islam bisa menjalin kerja sama dengan siapa saja yang berbeda agama atau budaya. Seduhan Lengkap


Getir

Getir

Oleh : Musyaf  Senyapena

Tiada guna aku memiliki sayap

Jika angin tak Engkau izinkan menopang di bawahnya

Tiada guna aku engkau beri ketampanan rupa

Jika semua mata manusia Engkau butakan dari melihatku

Tiada guna engkau beri aku dunia

Jika akhirnya Surga Engkau hapus dari Takdirku

Tiada guna aku hidup

Jika hirau Mu tak lagi tuk aku

Tuhanku, Ampunilah aku, yang sungguh tiada guna ini



Mukjizat Ubun-Ubun

Mukjizat Ubun-Ubun

Berikut ini saya share sebuah penemuan ilmiah dalam dunia kedokteran yang juga membuktikan mukjizat Al Qur’an yang merupakan satu-satunya kitab suci yang terpelihara dan nyata merupakan firman Tuhan sang penguasa alam.

 

نَاصِـيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ ٍ

Syekh Abdul Majid az-Zindany, berkata, “Dahulu aku membaca firman Allah,

كَلاَّلَئِن لَمْ يَنتَهِ لَنَسْفَعًا بِالنَّاصِيَةِ، نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ

“Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya kami tarik ubun-ubunnya (yaitu) ubun-ubun yang dusta lagi salah. (QS al-‘Alaq:15-16)”

An-Nashiyah adalah ubun-ubun. Aku bertanya-tanya pada diri sendiri, dan berkata, “Ya Allah, jelaskan untuku artinya ini!

Mengapa Engkau katakan Nasiyah Kadzibah (Ubun-ubun yang mendustakan lagi salah)?”

Aku berpikir tentang hal itu selama lebih dari sepuluh tahun. Dalam kebingunganku ini, aku merujuk pada kitab-kitab tafsir dan mendapatkan jawaban, bahwa salah seorang ahli tafsir berkata, “Maksudnya bukan berarti ubun-ubun yang dusta, akan tetapi itu adalah makna majaz (kiasan) bukan makna yang sebenarnya. Arti ‘ubun-ubun yang berdusta lagi bersalah’, adalah orang yang memilikinya. Demikianlah mereka mengatakannya, jadi bukan ubun-ubun yang berdusta.

Pada akhirnya Allah memudahkanku untuk mencari tahu tentang rahasia ubun-ubun ini. Salah seorang ahli ilmu dari Kanada dan orang-orang terkenal dalam ilmu otak, anatomi dan janin telah memaparkan rahasia ubun-ubun ini. Kami mengetahuinya dalam sebuah konggres para dokter dunia yang dilaksanakan di Cairo.
Seduhan Lengkap


“Perjuangan melawan kekuasaan adalah perjuangan melawan lupa”

Keep Your Memory

Keep Your Memory

Demikian kalimat masyhur dari seorang penulis kenamaan asal Ceko, Milan Kundera. Mengapa saya mengutip kata-kata indah tersebut ? Karena saya merasa bahwa apa yang dikatakan oleh Milan Kundera tersebut benar adanya dan sesuai dengan kondisi Indonesia saat ini. Negeri yang terlalu penuh dengan masalah. Kita semua tentu mafhum bahwa negeri ini telah sedemikian parahnya hingga semua permasalahan yang silih berganti menyambangi negeri ini hampir-hampir tak pernah selesai dengan tuntas. Belum selesai kasus yang satu, muncul kasus yang lain. Hingga wajar saja jika para pengamat menjuluki rezim saat ini sebagai maestro pembuat kasus dan jagoan dalam hal pengalihan isu/kasus. Kita tentu ingat dengan kasus besar Bank Century yang menghabiskan uang negar sekitar 6,7 Triliun Rupiah. Apakah kasus tersebut sudah selesai teratasi. Belum, bukan. Alih-alih selesai, kasus yang menyeret sejumlah nama besari negeri itu seperti telah di peti-es kan. Tidak lagi terdengar rimbanya. Banyak yang menduga bahwa kasus Century ini memang sengaja dibuat agar tidak tuntas karena implikasinya sangat besar. Mengapa demikian? Karena banyak nama besar yang akan benar-benar hancur karirnya jika kasus ini benar-benar digarap serius. Tidak hanya pemilik bank yang menjadi terdakwa, tak tanggung-tanggung, bahkan seorang pejabat yang saat ini menjabat sebagai wakil presiden dan seorang mantan Menteri Perekonomian yang kini menjadi petinggi Bank Dunia juga didakwa sebagai aktor intelektual di balik kasus besar tersebut. Maka menjadi wajar jika kasus ini sengaja ditutup dengan cara perlahan-lahan membuat rakyat lupa dengan memunculkan kasus-kasus baru yang tak kalah membuat pusing otak rakyat. Seduhan Lengkap


Rok Mini Dan DPR 

Rok Mini Dan DPR

 Parlemen dan Rok Mini ? Apa hubungannya ? Sebenarnya memang tidak terlalu ada keterkaitan di antara keduanya. Berbeda halnya dengan Parlemen dan Korupsi, dua kata itu seolah-olah tak dapat dipisahkan satu sama lain, selayak kembar siam. Namun jika hari ini kita bahas masalah rok mini di Parlemen (DPR) kita, maka itu sah-sah saja. Pasalnya beberapa pekan ini masalah Rok Mini ini tengah mencuat dalam bahasan angggota DPR kita yang terhormat. Apakah layak atau boleh Rok Mini dipakai oleh anggota DPR Wanita saat sedang berada di lingkungan DPR. Mungkin anda dan kita semua akan bertanya-tanya, apakah tidak ada hal-hal yang lebih penting daripada masalah remeh-temeh seperti Rok Mini tersebut. Bukankah masalah korupsi di negeri kita ini sudah sangat banyak dan sangat sulit diberantas hingga ke akar-akarnya. Lantas mengapa para wakil rakyat malah mengurusi masalah cara berbusana wanita. Entahlah, disini saya hanya bisa menduga-duga apa alasan polemik rok mini ini menjadi agak serius dalam pembahasan para wakil rakyat. Seduhan Lengkap


The Muppet Of  Lucifer

The Puppet Of Lucifer

Anda tentu tahu Lady Gaga, bukan? ya, penyanyi nyentrik asal amrik yang selalu mengusung simbol-simbol setan (anti Tuhan) itu kabarnya akan datang ke Jakarta pada 3 Juni 2012 di Stadion Gelora Bung Karno tuk mengadakan konser yang bertajuk ‘Lady Gaga’s The Born This Way Ball to Jakarta’ yang juga  menjadi penanda akhir konser Asia nya, sebelum melanjutkan ke Australia dan Selandia Baru. Penyanyi pengikut Illuminati ini memang banyak diagndrungi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Padahal begitu banyak pesan terselubung dari setiap penampilannya, mulai dari gaya dandanannya, ciri khas bahasa tubuhnya saat menyanyi yang selalu menunjukkan angka 666 (Angka Anti Tuhan dalam khazanah Barat), isi lirik lagunya dan juga video klipnya. Menurut promotor Bigdaddy, yang memboyong pelantun lagu Bad Romance itu ke Jakarta, permintaan konser Lady Gaga yang tidak saja datang dari Tanah Air, tapi dari negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Australia membuat Bigdaddy bersemangat untuk memboyong Gaga ke Jakarta. Seduhan Lengkap


Resep Surga

Resep Surga

Mungkin telah kita ketahui bersama bahwa di negeri ini begitu banyak sekali ahli kuliner yang  jago memberi resep kepada kita mengenai cara agar masakan kita lezat. Banyak pula ahli kesehatan memberikan resep agar kita tetap sehat. Dan lagi tak sedikit pula ahli keuangan dan perencanaan masa depan yang mahir memberi resep kita agar hidup bahagia dengan segala kekayaan duniawi. Namun dari semua resep-resep “semu” tersebut, ternyata sangat sedikit sekali ahli yang memberi kita resep untuk menjadi manusia yang mulia. Dan dari  yang sedikit tersebut salah satunya adalah Al Hujjatul Islam, Imam Ghozali. Beliau memberi resep agar kita mampu menjadi manusia yang rendah hati (tawadhu’). Karena barangsiapa yang ingin disayang Tuhan dan disanjung seluruh penduduk langit, sifat rendah hatilah kuncinya. Seduhan Lengkap


Kebahagiaan Adalah...

Kebahagiaan Adalah...

Sebuah Tulisan bagus yang layak saya share di kedai fikir ini. Berikut seduhannya.

Prof. Haji Abdul Malik Karim Amrullah, yang lebih akrab dipanggil — Buya Hamka — dikenal sebagai ulama besar. Tafsir al-Azhar, karya utamanya, hingga kini banyak menjadi rujukan umat Islam di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Bagaimanakah uraiannya tentang jiwa yang “bahagia”? Kebahagiaan inilah yang senantiasa dicari orang. Sayangnya, banyak yang tersesat lantaran tidak tahu mesti mencarinya kemana, atau bahkan tidak tahu bahagia itu apa. Sebagian orang mengatakan bahwa kebahagiaan itu letaknya pada harta. Akan tetapi yang berpikiran begini adalah orang yang putus asa dalam kemiskinannya.

Hendak menjadi kaya namun selalu gagal. Kadang-kadang pendapatnya tak didengar orang lantaran ia miskin. Karena itu diputuskannyalah bahwa bahagia itu pada uang, bukan lainnya. Kaidahnya ini berasal dari hati yang kecewa. Banyak juga yang tidak menemukan kebahagiaan meskipun ia sudah mencapai maksudnya. Contohnya adalah orang miskin yang mengejar kekayaan, sebab dalam bayangannya, jika kaya ia akan mampu menolong sesama. Akan tetapi, setelah kaya ia malah menjadi sombong dan kikir. Ada negarawan yang ketika menjadi anggota parlemen berjanji akan menolak segala kezaliman, namun setelah jadi Presiden atau Perdana Menteri justru ia sendiri yang menzalimi rakyatnya. Pada dasarnya mereka yang menilai kebahagiaan dengan materi hanyalah orang-orang yang tertipu, karena segala sesuatu yang ada di dunia ini hanya memiliki harga sesuai kemampuan manusia untuk menghargainya. Buku yang sarat ilmu hanya akan dijual kiloan di pasar loak oleh para penjual yang tak mengerti isinya. Orang yang tak paham bedanya emas dan kuningan akan menjual keduanya dengan harga yang sama. Manusia juga punya kecenderungan untuk rindu pada sesuatu yang belum ada padanya, sebab segala isi dunia ini indahnya sebelum ada di tangan. Contohnya Rockefeller, yang sepanjang hidupnya mengejar kekayaan, namun setelah menjadi miliuner, semuanya itu tak lagi berarti. Di usianya yang sudah 97 tahun, ia hanya ingin agar dicukupkan hidupnya menjadi 100 tahun. Ternyata harta yang banyak itu tak mampu sekedar untuk membeli kekurangan yang tiga tahun, karena pada tahun itu juga ia wafat. Sesuatu yang belum kita miliki sering disangka menjanjikan kebahagiaan, namun manusia kerap kali tidak mampu menghargai apa-apa yang sudah dimilikinya. Seduhan Lengkap


I Hate Slow ?

I Hate Slow ?

I Hate Slow, saya benci lelet. Slogan tersebut akhir-akhir ini sering kita dengar di keseharian kita. Sebuah slogan yang sangat massive didengungkan oleh sebuah vendor telepon genggam & kartu seluler melalui iklannya yang menarik. Dalam iklannya, vendor tersebut seolah-olah memberitahukan kepada khalayak bahwasannya hanya produknyalah yang paling bagus dalam hal mengakses data maupun tuk berkomunikasi. Jika saat kita memakai merek-an yang lain, kita pasti akan mengalami yang namanya sinyal lemah, putus-nyambung, mengalami buffering saat mengakses data/internet dll. Namun semua itu tidak akan terjadi jika kita menggunakan merek yang berjargon “I Hate Slow” tersebut. Demikian kira-kira pesan yang hendak disampaikan melalui iklan tersebut. Ah namanya juga iklan, boleh percaya boleh tidak, semua tergantung kehendak konsumen karena merekalah yang berhak menentukan.

Dalam seduhan ini saya tak hendak membahas mengenai produk tersebut maupun masalah iklannya. Saya hanya ingin mengolah sedikit “sesuatu” di balik isi iklan tersebut. Karena anda boleh percaya boleh tidak bahwasannya jargon “I hate Slow” dalam iklan produk seluler itu ternyata jauh-jauh hari telah dijelaskan oleh Allah melalui Al Qur’an. Jika anda membuka Mushaf Al Qur’an pada surah ke-21 yaitu Al Anbiyaa’, Allah bertitah bahwasannya,” Manusia Telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. kelak akan Aku perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.” (QS. Al Anbiyaa’ [21] : 37).

Banyak pelajaran berharga yang dapat dipetik dari jargon “I Hate Slow” itu. Seduhan Lengkap

Halaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.