Masih hangat dalam ingatan kita sebuah berita yang di-Blow Up sedemikian gencar oleh berbagai media massa tanah air di penghujung bulan Februari kemarin. Sebuah warta yang sungguh menyayat nurani kita sebagai seorang manusia yang (konon) masih memiliki akal sehat. Bagaimana tidak?, di depan mata kita disuguhi sebuah kasus besar terbongkarnya klinik yang melakukan praktek2 Aborsi yang ditengarai telah cukup lama beroperasi dengan aman sebelum akhirnya berhasil diungkap oleh aparat yang berwajib. Kasus2 seperti ini nampaknya makin menambah daftar indikasi kian runtuhnya nilai2 moral kemanusiaan dan agama dalam kehidupan masyarakat kita. Dan yang lebih membuat miris adalah sebuah fakta yang menyebutkan bahwa tindakan Aborsi ini tidak hanya dilakukan oleh para pasangan yang telah sah sebagai suami istri, namun juga banyak didominasi oleh remaja yang notabene masih berstatus sebagai mahasiswa maupun pelajar. Menurut Luh Putu Ikha Widani dari Kita Sayang Remaja (Kisara) Bali, di Denpasar “Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) pada remaja menunjukkan kecenderungan meningkat antara 150.000 hingga 200.000 kasus setiap tahun**.
Salah satu akar penyebab maraknya Fenomena pembunuhan janin ini adalah makin suburnya pergaulan bebas di kalangan remaja saat ini. Bukti yang terpampang jelas adalah kian menjamurnya sinetron maupun film remaja yang didominasi (untuk tidak mengatakan 100%)oleh cerita2 percintaan cengeng yang banyak dibumbuai adegan2 khas anak muda seperti berpelukan,berciuman, dan berkhalwat yang sangat tidak sesuai dengan nilai2 Qur’ani. Belum lagi ditambah makin digandrunginya majalah2 Teenlit dan musik2 yang banyak meng-eksplor tema Permisivisme yang tentunya akan membentuk pola pikir remaja kita menjadi lebih Permisive-Hedonistik dan dapat ditebak bahwa gaya hidup ini akan berujung pada pergaulan bebas seperti pacaran yang merupakan awal dari perzinahan. PAdahal Allah melarangnya dengan tegas “Dan Janganlah kamu mendekati Zina, sesungguhnya Zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk”(QS.Al Israa’:32). Islam yang merupakan agama VISIONER melaui ayat ini dengan cermat menutup celah sekecil apapun pintu2 perbuatan yang akan membahayakandan merendahkan manusia di kemudian hari. Karena telah menjadi rahasia umum bahwa tindakan 2aborsi yang dilakukan oleh para pasangan di luar nikah adalah berawal dari perzinahan yang tentunya melalui jalan pacaran terlebih dahulu.
Padahal disadari atau tidak, bahwa rahim yang merupakan bagian tubuh yang paling menderita dalam perbuatan aborsi adalah anggota tubuh manusia yang sangat diistimewakan oleh Allah, karena dalam Hadis Qudsi Allah berfirman”Akulah Allah, Akulah
yang Maha Pemurah, Aku menciptakan Rahim (persaudaraan) dan Aku pecahkan dari nama-Ku…(HR.TIrmidzi).
Jika sedemikian tingginya Allah memperlakukan Rahim, maka sudah sewajarnya manusia(perempuan) menjaga sepenuhnya kehormatan langit ini dan memperlakukannya sesuai jalur Ilahi. Yaitu sebagai tempat berlindung benih bakal manusia yang telah diletakkan oleh pasangannya(lelaki) setelah melalui proses pernikahan yang telah di Syariatkan. Sehingga tidak ada lagi alasan keji untuk tindakan amoral seperti aborsi dengan dalih yang tidak dapat dicerna oleh akal sehat.
Dan hendaknya kita lebih merenungi lagi kisah Nabi Zakaria yang berdoa dengan supenuh kesungguhan padaNya hingga usianya renta agar dikaruniai seorang buah hati yang akan meneruskan risalahnya kelak. Melalui kisah beliau dapat diketahuai alasan Ilahi mengapa ada banyak manusia belum dikaruniai momongan selama bertahun2 dalam hidupnya, yaitu karena anak adalah amanah yang akan pertanggungjawabkan oleh penerima amanah agung tersebut. Jadi tidak berlebihan jika dikatakan bahwa aborsi adalah suatu dosa yang berlapis. Mulai dari dosa membunuh bakal manusia baru, menyianyiakan amanah Ilahi, dan melecehkan Allah yang telah memuliakan “Rahim” melalui pemakaian salah satu asmaNya yang agung. Karena perlu diketahui pula bahwa aborsi dapat menyebabkan Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis) dan Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy)***.
Dan yang pasti aborsi adalah bukan prilaku manusia yang merupakan makhluk termulia, wajar jika Allah menyebut mereka para pelakunya sebagai bukan manusia, “Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang2 ternak itu)”. (QS.Al Furqan [25] :44).
Mungkin inilah sejarah kejahiliahan yang mengulang kisahnya dalam bungkus ranah modern. Jika di masa jahiliyah pra Nabi manusia mengubur anak perempuannya hidup2, namun sekarang manusia telah mempersiapkan kuburan bagi anaknya tersebut bahkan sebelum anak tersebut dilahirkan dan yang lebih hebat lagi mereka tidak lag membedakan apakah itu anak lelaki atau perempuan. Lebih parah mana?
Wallahu A’lam Bishawab.
Diseduh Oleh : Emes Ka (Kedai Musyafucino Crew)
Keterangan Sumber :
**http://www.surya.co.id/2009/02/16/30-persen-pelaku-aborsi-di-indonesia-adalah-remaja/
***http://www.aborsi.org/resiko.htm