“Tidaklah seseorang diberikan karunia yang lebih baik dan lebih luas daripada SABAR”(HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasa’i dan Ahmad)

Kurang Sabar berpotensi bikin kita jadi banci? Lho kok bisa? trus apa hubungannya dengan Junk Food dalam judul di atas? Ada, dengan sedikit kesabaran dan waktu anda, nikmati sebentar saja seduhannya berikut ini.
Sebenarnya aku sendiri tak kalah terperanjatnya ketika mengetahui penjelasan seorang Dokter dalam sebuah surat kabar yang aku beli. Ceritanya kurang lebih begini, anda pernah kan melihat orang – orang yang antre beli makanan siap (cepat) saji ? Jujur aku sendiri sih dulu hanya melihatnya melalui kotak ajaib (TV) di rumah, namun seiring perkembangan waktu, di kota mungilku Pandaan yang saat ini memang tengah diproyeksikan sebagai salah satu pusat perkembangan ekonomi penghubung 2 kota besar di JATIM yaitu Surabaya dan Malang, kini telah berdiri dengan gagahnya sebuah restoran Fast Food Amrik yang kesohor di seluruh dunia itu di depan The Taman Dayu Pandaan City Of Festival, di resto tersebut juga ada layanan Drive Thrunya juga.
Nah, di balik fenomena menjamurnya tempat – tempat penyedia makanan Cepat saji ini dan semakin gandrungnya masyarakat kita untuk mengkonsumsinya, ada sebuah indikasi bahwa nilai – nilai kesabaran pada masyarakat kita telah mulai terkikis bahkan pada tingkat yang lebih kecil sekalipun seperti makan. Hal ini sedikit wajar di tengah gaya hidup yang serba sibuk yang tidak kenal kompromi dengan kata waktu apalagi menunggu, pokoknya semua mesti Instan., di sinilah proses kesabaran mulai tidak dihiraukan lagi. Bukankah semakin gandrung dengan sajian cepat saji juga merupakan indikator mulai runtuhnya nilai – nilai kesabaran kita bahkan hingga ke titik terkecilnya, dalam hal ini menanti waktu proses pemasakan atau penyiapan makanan yang dibeli yang tentunya membutuhkan sekian waktu, disamping alasan lain, misalnya makan Junk Food buat coba – coba biar gak dibilang ketinggalan jaman.
Namun, kita kudu hati – hati, karena ada satu data menarik yang diungkapkan oleh Dokter Suyuti, Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Beliau menjelaskan pengaruh makanan cepat saji yang banyak didominasi menu berbahan ayam, terutama bagian paha dan sayap ayam. Karena lelaki yang menyukai paha dan sayap ayam olahan semacam Fast Food ini, akan berkecenderungan memiliki sifat yang lebih feminin. Hal ini dikarenakan dua bagian tubuh ayam potong tersebut mengandung tumpukan hormon kewanitaan (INSULIN X) yang disuntikkan ke tubuh ayam melalui paha dan sayap ayam olahan tersebut semasa hidupnya untuk memacu pertumbuhan si ayam. Dan jika dikonsumsi, hormon itu akan ikut menumpuk di dalam tubuh manusia. Dan lama kelamaan kelebihan hormon INSULIN X ini akan mengakibatkan si lelaki pengkonsumsi tersebut berubah karakter menjadi FEMININ seperti wanita alias BANCI. Warga Amerika, Inggris, dan Australia sudah paham betul akan hal ini, sehingga banyak lelaki di negara mereka yang menolak mengkonsumsi 2 bagian tubuh ayam olahan cepat saji tersebut. Dan menurut beberapa informasi, negara – negara maju yang banyak memproduksi ayam potong hasil suntikan tersebut cenderung mengekspor bagian paha dan sayap ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia negeri tercinta kita ini.
Kasus perubahan karakter seperti ini semakin jelas terlihat di kota-kota besar seperti Jakarta. Banyak kita lihat pria berperangai seperti wanita dan juga tidak sedikit dijumpai pria ganteng plus macho namun memiliki kecenderungan mencintai sesama jenis alias GAY seperti kaum Sodom La’natullah. Konon mereka berasal dari keluarga berada yang sedari kecil sering diajak makan ke restoran-restoran siap saji, khususnya yang menawarkan daging ayam potong dalam aneka rasa dan olahan.
Namun masih menurut Dokter Suyuti, mengkonsumsi daging ayam potong cepat saji sebenarnya sah-sah saja. Dengan catatan harus dalam porsi yang pas dan tidak terlalu sering.*
Pemaparan sang Dokter di atas adalah salah satu dari sejuta manfaat sabar dalam sendi kehidupan ini hingga ke titik terkecilnya seperti hal-ihwal makan. Karena meski terkesan sepele, ternyata memiliki dampak yang sangat besar seperti mendapat laknat dari Allah, karena Allah melaknat seorang laki-laki yang menyerupai wanita dan sebaliknya (Al Hadis). Dengan demikian, sikap ‘sabar’ ternyata turut andil dalm menyelamatkan generasi umat ini agar tidak masuk dalam kategori orang yang dibenci oleh Allah tersebut. Benarlah kiranya jika ”…hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas”(QS.Az Zumar : 10).
Kalau masih ga’ percaya dan menganggap ini mengada-ada, dan apalagi bagi yang gandrung nongkrong di resto2 cepat saji semisal Mc Donald’s ada baiknya kamu baca bukunya Eric Schlosser terbitan Houghton Mifflin , Januari 2001 yang berjudul FAST FOOD NATION : The Dark Side American Meal, karena dalam resensiny a yang kubaca di majalah Annida, buku ini bagus banget karena menguak sisi hitam Junk Food di negri asalnya sono. Seperti Andil Mc Donald’s yang menyumbang dana dalam memerangi saudara kita muslimin Palestina karena merupakan rekanan bisnis Jewish United Fund. Dan bagaimana seluk beluk pengolahan dan pemeliharaan hewan2 bahan makanan Junk Food tersebut. Meski mungkin timbul pertanyaan apakah sama cara kerja Resto2 tersebut yang di pusat sono dengan yang ada di Indonesia? Dan kalo ga’ keberatan kaci juga bocorannya, syukur2 Copy nya pada penulis yang dibuat mati penasaran ini dengan buku tersebut, maklum aku di sini agak sulit ngedapetinnya.

Sumber Racikan :

*Jawa Pos, 11 Januari 2009