Petang ketika itu, sebelum bapak berangkat kerja aku iseng-iseng bertanya pada beliau. Oh iya, sebelumnya perkenankanlah aku menceritakan sedikit tentang orang yang satu ini. Bapakku adalah seorang yang selama kurang lebih 10 tahun terakhir ini bekerja shift malam, maklum selain mengerjakan tugas utamanya, beliau juga ditugaskan membantu Satpam untuk berjaga malam. Namun bapakku berjaga di pos belakang yang terletak di buritan pabrik tempatnya bekerja, konon para Satpam kurang begitu berani di tempatkan di pos belakang tersebut bila shift malam, karena kata bapak memang di tempat itu ada penunggunya.
Nah, sebelum berangkat kerja itulah aku menawarkan sebuah anti nyamuk elektrik yang terbukti manjur saat kugunakan semasa indekost di Surabaya dulu. Karena dalam analisaku, tingkat keganasan nyamuk di sekitaran buritan tempat bapakku jaga tersebut kurang lebih sama dengan nyamuk yang berbiak di dekat kamar kosku dulu yang berada di sekitar sawah, kali dan rawa-rawa. Namun apa jawaban bapak atas tawaran baik hatiku tersebut? Beliau malah manjawab, “Ga’usah wis, Nduk. Nanti kalau bapak pakai gituan (Anti nyamuk elektrik tersebut) bisa-bisa bapak tertidur pulas karena bebas dari gangguan nyamuk saat jaga malam. Nah kalo bapak sampe tertidur, bisa dimarahi atasan bapak yang dapat berujung dipecat donk. Lalu kalu dipecat, kita sekeluarga nanti makan apa.”
Kontan saja aku terhenyak dengan jawaban bijak yang meluncur dari liang wicara bapakku tersebut. Bagaimana tidak, melalui jawaban tersebut aku disadarkan bahwa ternyata selama ini nyamuk yang oleh sebagian besar manusia dianggap sebagai hewan paling menyebalkan, pembawa penyakit, dan bahkan terkadang timbul dalam benak kita apa gunanya Tuhan menciptakan makhluk yang satu ini, ternyata dibalik berbagai stigma buruk tersebut ada manfaat tersendiri dari makhluk penghisap darah ini. Ya, paling tidak bagi mereka yang berprofesi sebagai penjaga malam seperti bapak, nyamuk adalah musuh sekaligus teman yang selalu setia ‘membuat mata tetap terjaga’ lewat gangguan-gangguannya seperti gigitan dan suaranya yang bising tersebut.
Lantas dengan mencoba mentafakuri ayat-ayat suci yang mengatakan bahwa Allah tidak menciptakan semua (semesta dan isinya) ini dengan sia-sia, aku mencoba mencari kelebihan-kelebihan lain dari makhluk yang yang sering dijuluki vampire ini. Toh Dia sendiri yang menyuruh kita merenungkan hikmah di balik setiap ciptaanNya agar tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengagungkan AsmaNya dan menyembah kepada selain Nya karena banyak sekali tanda-tanda kekuasaan Ilahi di sekitar kita.
Dan salah satu keajaiban ciptaanNya ternyata adalah Nyamuk. Berikut ini adalah sebagian fakta tentang nyamuk *:

– Dia adalah seekor betina
– Memiliki 100 mata di kepalanya
– Memiliki 48 gigi di mulutnya
– Mempunyai 3 jantung dalam perutnya, lengkap dengan bagian-bagiannya
– Memiliki 6 pisau pada belalainya dan masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda
– Memiliki 3 sayap pada setiap sisinya
– Nyamuk dilengkapi dengan alat pendeteksi panas yang bekerja seperti Infra Merah yang berfungsi memantulkan warna kulit manusia pada kegelapan menjadi berwarna ungu hingga terlihat olehnya
– Dilengkapi pula dengan alat pembius yang membantu dari bahaya jarumnya, agar manusia tidak merasakannya. Adapun apa yang kita rasa seperti gigitan adalah hasil dari hisapan darah kita
– Dilengkapi dengan alat penyeleksi darah hingga dia tidak menyedot sembarang darah
– Dilengkapi dengan alat untuk mengalirkan darah hingga darah bisa mengalir lewat belalainya yang sangat lembut dan kecil
– Dan yang lebih mengherankan lagi dari semua keajaiban ini adalah bahwa ilmu pengetahuan modern telah mengungkap bahwa di atas punggung nyamuk yang notabene makhluk yang termasuk binatang yang berukuran kecil, ternyata hidup sejenis serangga yang sangat kecil yang hanya dapat dilihat melalui mikroskop yang ternyata telah tersiratkan dalam Al Qur’anul Karim 14 abad lampau dalam penggalan ayat di bawah ini (yang digarisbawahi) .

“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu**. Adapun orang-orang yang beriman maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan, “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberiNya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.” [QS. Al Baqarah (2) : 26).
Kawan, ternyata benar bahwa memang tidak ada yang sia-sia apalagi yang mubazir dari semua ciptaan Ilahi di semesta ini. Nyamuk yang selama ini dianggap sebelah mata dan tak pernah terlintas dalam benak kita sedikitpun untuk mentafakurinya ternyata memiliki sebuah rahasia Ilahi yang sangat besar dibalik penciptaanNya. Lantas masih adakah yang kita ragukan dari kebesaranNya ?
Subhannallah wa Shodaqallahul Adzim.
Wallahu A’lam

NoteFucino :
* Bahan Racikan : Majalah Qiblati Vol. 0I / No. 07 Maret 2006 / Shafar 1427 H

** Baca teks Arab dari penggalan Ayat ini di Al Qur’an, Sebagian orang menerjemah secara SALAH sebagai berikut : “Sesungguhnya Allah tidaklah segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang ada di atas punggungnya…”