Miyabi Tobat

Miyabi Tobat


Terkisah di zaman Bani Israel dahulu ada seorang wanita Pezina Komersial yang sangat termasyhur karena kecantikan dan kemolekan tubuhnya. Malikha nama sang primadona pemuas syahwat sesaat para lelaki ‘lapar’ tersebut. Dengan segala ‘kesempurnaan’ fisiknya tersebut, dia berani mematok harga sangat tinggi bagi siapapun yang ingin menikmati tubuhnya. Konon tarifnya semalam sekira 1000 dinar -sebuah harga yang sangat mahal di zaman itu-. Dengan patokan harga yang sedemikian sudah dapat dipastikan jika para pelanggannya adalah para mereka yang tajir yang biasanya juga merupakan orang-orang dalam status sosial yang terhormat.
Kecantikan Malikha yang begitu dipuja-puja para kaum adam itu lantas terdengar oleh seorang Abid (Ahli Ibadah) yang sangat miskin yang ternyata juga dibuat mati penasaran akan omongan-omongan mengenai Malikha oleh orang-orang di sekitarnya. Dan dengan segenap keberanian diri dia coba mencari tahu dan berusaha melihat secara langsung bagaimana sebenarnya paras si primadona itu. Dan setelah rasa penasarannya terpuaskan dengan berhasil melihat langsung wanita panggilan kelas tinggi itu, dia bertekad di dalam hati untuk dapat menyewa si Malikha meski semalam saja bersama dirinya. Namun karena patokan tarif yang sedemikian tinggi, si Abid harus rela bersabar terlebih dahulu untuk dapat sesegera mungkin memuaskan hasrat gejolak jiwanya. Karena dia masih harus bekerja keras untuk dapat mengumpulkan uang sebanyak itu.
Singkat cerita setelah dia berhasil mengumpulkan uang sebanyak harga Malikha semalam dari hasil jerih payahnya bekerja, dia mendatangi Malikha dan menyewanya untuk berasyik masyuk malam ini. Dan setelah mereka berdua berada di dalam kamar, si Malikha yang sudah duduk rebahan di atas ranjang mulai mengerlingkan matanya yang menggoda untuk dapat memancing hasrat si Abid. Namun di luar dugaan, si Abid yang dari semula sudah sedemikian menggebu untuk dapat mencicipi tiap lekuk tubuh indah Malikha malah menangis tak karuan. Padahal si Abid berada dalam posisi yang sungguh sangat sulit bagi lelaki normal untuk dapat menolak ajakan bersyahwat ria dengan wanita yang sungguh sangat menggoda dengan kerlingan genit matanya yang telah pasrah rebahan di ranjang. Sontak hal ini membuat Malikha kaget dan tak mengerti dengan kelakuan lelaki calon ‘lawan tempurnya’ tersebut. Dan ketika Malikha mendekatinya, si Abid malah menjadi-jadi tangisnya dan berkata, “Kau boleh ambil uang ini,” seraya melemparkan segepok fulus ke arah Malikha dan lalu beranjak pergi dengan ketakutan.
Kejadian malam tersebut menyadarkan Malikha bahwa si Abid tidak melakukannya karena masih takut pada Allah. Malikha pun bertekad untuk menemui si Abid dengan harapan dapat menikahinya dan membimbingnya ke jalan Tobat yang ternyata selama ini selalu dirinduinya. Sesampainya di kampung si Abid, dia bertanya kepada penduduk sekitar dimanakah gerangan lelaki sholeh yang dicarinya itu tinggal.
Di lain tempat, si Abid yang mendengar kabar bahwa Malikha sedang mencarinya merasa sangat gemetar ketakutan dan saking takutnya akhirnya dia meninggal seketika. Malikha yang kemudian mengetahui hal tersebut sungguh sangat amat bersedih menyaksikan lelaki idaman hatinya yang dia yakin dapat membimbingnya ke jalan cahaya telah meninggal. Namun karena keharusan dan tekadnya untuk memenuhi janji pada dirinya sendiri (nazar) maka dia memutuskan untuk mencari saudara si Abid . Dia bergumam dalam hati, “Aku harus mencari saudara lelaki si Abid, agar dapat menikahiku dan membimbingku kembali ke jalan Tobat!”. Dan tak dinyana ternyata saudara lelaki si (Alm.) Abid tersebut adalah juga seorang lelaki Sholeh yang sangat miskin. Dan setelah menjelaskan seluk beluk dirinya, Malikha pun akhirnya dapat menikah dengan adik si (alm.) Abid tersebut yang ternyata juga seorang Abid. Tidak mendapat kakaknya, namun masih dapat adiknya yang juga sholeh seperti kakaknya, demikian ujarnya dalam hati.

Apa Hubungannya sama Miyabi???

Seandainya saya boleh berandai-andai. Daripada rebut-ribut mengundang Miyabi si Dangerous Innocent Girl tersebut ke negeri yang telah carut marut permasalahan moral dan akhlaknya ini (apalagi dengan predikat jajaran negeri surga pornografi terbesar di dunia). Mengapa tidak kita mencoba membukakan jalan baginya untuk memulai menapaki jalan cahaya (Islam) yang sungguh sangat me-wanita-kan wanita yang oleh ‘mereka’ dijadikan semacam hewan percobaan dalam eksperimen seks (Porno) global. Bukankah Islam telah terbukti berhasil memanusiakan manusia yang bukan manusia sekalipun. Lalu untuk apa kita ragu mengenalkan Islam lebih dalam pada neng Maria Ozawa yang dapat kita mulai dari negeri kita tercinta ini (Indonesia). Dengan kata lain kita MENCULIK MIYABI dan kita bawa ke sarang (Majelis2) yang mengenalkan Islam yang menghargai perempuan dalam ajarannya. Lalu boleh lah kita ajak dia main film dengan genre spiritual pencarian jati diri dan makna hakiki pencarian hidup. Dan dalam kasus Miyabi, kita ajak dia bermain dalam film Para Pendaki Bukit Cahaya (btw saya bersedia loh jadi Sutradaranya). Nah siapa tau hidayah Allah datang padanya melalui kita di negeri kita.
Toh Miyabi juga mengaku kalau dia akan berhenti berkiprah di dunia ‘lendir’ jika dia telah menemukan sesuatu yang lain yang dapat dilakukannya. Nah kenapa tidak kita bantu dan fasilitasinya dengan kegiatan yang positif yang syukur-syukur dapat membuatnya kembali ke jalan Fitrahnya sebagai seorang wanita merdeka, merdeka akan tubuhnya, merdeka akan nafsu birahinya dan merdeka dari system setan yang mengikatnya (mengontraknya).
Kalau si Malikha yang begitu kesohornya saja bisa bertobat. Bukan tidak mungkin dengan Miyabi kan?. Urusan Hidayah memang hak Prerogatif Allah, seperti dalam Firman-Nya bahwa kita tidak dapat memberikan hidayah pada orang-orang yang kita kasihi, namun Allah lah yang sanggup. Nah kita tinggal menyediakan dan memudahkan hidayah Allah itu datang pada diri Miyabi misal dengan contoh yang saya usulkan di atas (namun semua ini jika usul gila saya ini disetujui). Jadi tak perlu ada kisruh pro dan kontra mengenai kedatangan Miyabi ke Indonesia yang oleh sebagian besar umat Islam diboikot -wong keluarga miyabi sendiri sudah tidak mengakuinya sebagai keluarga mereka akibat profesinya itu. Jadi wajar dan dapat dipahami toh jika banyak masyarakat kita yang juga menolaknya-.
So, mari menculik Miyabi dan kita kita kembalikan dia ke fitrahnya melalui Jalan Cahaya.