Ada Apa Dengan 2012

Ada Apa Dengan 2012

Inilah salah satu berita terpanas jaman ini. Sebuah ramalan akan datangnya hari kiamat yang sebenarnya sungguh sangat berani karena mereka dengan sangat yakin menyebut waktu kejadiannya yaitu pada hari Jum’at 21 Desember 2012.
Awal mula kehebohan berita ini adalah ketika diungkapkannya isi sebuah manuskrip kuno milik suku Maya kuno yang -konon- kesohor sebagai sebuah bangsa yang sangat detil dalam melihat tingkah polah langit seperti bintang dan planet-planet melalui ilmu astronomi yang mereka kuasai. Bangsa yang berperadaban tinggi ini memiliki sebuah kalender yang angka tahun pertamanya tlah jauh hari ada sebelum penanggalan masehi yang merupakan standar internasional saat ini dan kalender tersebut dianut dengan patuh dan dijadikan patokan sebagai penanggalan harian mereka. Dan khatamnya usia penaggalan mereka pada 2012 inilah yang kini menimbulkan keresahan di sebagian besar benak warga planet ini. Karena mereka meramalkan akan adanya bencana maha dahsyat pada tahun tersebut yang oleh sebagian manusia modern diterjemahkan sebagai The End Of Time (apocolypse). Bahkan kini muncul sebuah film yang berjudul 2012 yang sangat laris dan bertengger di jajaran puncak tangga Box Office karena menurut sebagian kabar, hanya dalam 3 hari pasca rilis, film ini telah meraup pemasukan jutaan dolar yang merupakan sebuah angka yang fantastis di era krisis dunia saat ini.
Film yang ternyata membawa misi terselubung ini sempat difatwakan haram untuk ditonton oleh MUI Banjarmasin dan MUI Malang. Namun karena sudah menjadi tabiat kita sebagai manusia yang makin penasaran saat dilarang (seperti kasus miyabi ketika diharamkan datang ke Indonesia, yang malah meningkatkan traffic pencarian nama yang berhubungan dengan miyabi hingga sekian ratus persen di dunia maya) maka makin dilarang nonton film ini makin penasaran kepingin nonton lah yang muncul. Sebenarnya fatwa lembaga kumpulan Ulama’ tersebut tidak sepenuhnya berlebihan, karena kejadian kiamat di film ini yang diklaim pada 2012 sangat bertolak belakang dengan akidah islam. Kontroversi kiamat yang dapat kita bantah dari Film Roland Emmerich ini diantaranya adalah :
Pertama, Film ini menyebutkan tanggal pasti terjadinya kiamat (apocolypse) yaitu diperkirakan pada hari Jum’at tanggal 21 Desember 2012. Hal ini sungguh bertentangan dengan akidah kita sebagai seorang Muslim. Karena jangankan ilmuwan terhebat abad ini, Rasulullah yang notabene kekasih Allah (Habibullah) saja tidak mengetahui kapankah terjadinya kiamat itu, beliau hanya menyebutkan hari tanpa tahu bulan dan tahun keberapa kiamat akan menghampiri kita. Al Mustofa tersebut bersabda, “Dan tidak akan terjadi hari Kiamat kecuali pada hari Jum’at.” (HR Muslim). Dan sesuai Firman Allah dalam Al Qur’an ”Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (QS Al-A’raaf ayat 187). Maka wajar saja jika ada sebagian Ulama memfatwakan film tersebut haram karena khawatir meracuni akidah generasi muda Islam yang kian labil dan mengalami krisis di tengah pertempuran beragam ‘ideologi dunia’ yang sebenarnya pseudo namun dibingkai semenarik mungkin agar dapat menarik minat generasi muda (terutama Muslim).
Kedua, di akhir film ini dapat kita lihat adanya sebagian manusia yang masih dapat selamat dari kejadian yang mereka gambarkan sebagai kiamat itu. Padahal Al Qur’an telah menggambarkan kejadian maha dahsyat itu dengan ungkapan ”Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).” (QS Az-Zumar ayat 68). Di film ini juga digambarkan sebagian manusia yang masih survive (yang diperankan oleh para tokoh utama dan figurannya) yang masih dapat bertemu kawan, kerabat dan orang-orang yang mereka kasihi. Padahal sang sutradara semesta ini yang tentunya lebih paham dan mengetahui “skenario film” buatannya (Semesta jagad ini) daripada sutradara film 2012 tersebut telah menyatakan bahwa, “Apabila sangkakala ditiup, maka tidak ada lagi pertalian nasab (baik persaudaraan, kekeluargaan, dan bahkan pertemanan) di antara mereka pada hari itu. Dan tidak ada pula mereka bertanya (Qs. Al Mu’minun [23] : 10). Jadi pada hari itu sebenarnya sudah tidak ada lagi tali persaudaraan dan kekeluargaan serta pertemanan. Jangankan memikirkan orang lain, membayangkan nasibnya sendiri pun manusia sudah sangat khawatir pada hari itu. Satu hal yang juga menggelikan dari ‘kiamat’ dalam film ini adalah bagaimana bisa ada makhluk (manusia) yang masih selamat padahal menurut berita langit yang tlah tersusun dengan apik dalam Al Qur’an telah menggambarkan bahwa pada hari itu bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, gunung dihancur luluhkan sehingga menjadi debu yang beterbangan (QS. Al Waaqi’ah [56] : 1-7), setelah sangkakala pertama ditiup, diangkatlah bumi dan gunung-gunung lalu dibenturkan keduanya sekalai bentur. Dan langit terbelah karena langit telah menjadi lemah (QS. Al Haqqah [69] : 13-18). Matahari digulung, bintang gemintang berjatuhan, gunung-gunung dihancurkan, unta-unta yang bunting ditinggalkan tak dipedulikan (gambaran kemewahan harta yang ditinggalkan begitu saja karena ketakutan yang dahsyat pada hari itu), binatang-binatang liar dikumpulkan (binatang-binatang yang dianggap liar baik yang diketahui maupun yang asing bagi manusia yang sebagian besarnya selama ini selalu coba dipunahkan manusia-manusia jahil akan berkumpul jadi satu), lautan dipanaskan, dan langit dilenyapkan (Qs. At Takwir [81] : 1-14), jadi siapapun manusia yang masih mengaku waras, dengan gambaran dahsyatnya kehancuran pada hari itu (seperti yang dijelaskan dalam Al Qur’an) pasti mereka akan menganggap mustahil sekali jika masih ada manusia yang selamat dari dahsyatnya hari akhir itu.
Dan yang lebih mengagetkan lagi adalah bahwa arah (tujuan dari misi) film ini ternyata hampir (untuk tidak mengatakan sama 100 %) sama dengan apa yang diungkapkan oleh Ahmad Thomson dalam bukunya yang berjudul Dajjal-The Anti Crist yang mengatakan bahwa dunia yang sedang kita lakoni dewasa ini –terutama semenjak hampir seabad lampau- telah berubah menjadi sebuah Sistem Dajjal. Peradaban dunia sejak runtuhnya Khilafah Islamiyyah telah perlahan namun pasti mengarah dan membentuk diri menjadi sebuah peradaban yang sarat dengan Dajjalic Values yang semakin hari kian nyata bahwa nilai-nilai Ilahi yang suci nan mulia secara sistematis mengalami marginalisasi (penghapusan/penyingkiran) dan pendekonstruksian (baca : perusakan).
Sedemikian merajainya sistem Dajjal ini hingga menurut Ahmad Thomson jika dalam waktu dekat si oknum Dajjal muncul ke tengah umat manusia, maka ia akan segera dinobatkan menjadi pemimpin sistem tersebut. Karena sistem yang dibangun dengan sebutan Novus Ordo Seclorum (the New World Order) –seperti yang tertera dalam lembaran uang ONE Dollar USA yang juga merupakan judul buku Adam Weishaupt -ini sangat sesuai dengan karakteristik oknum Dajjal. Berbagai sendi kehidupan telah dirancang dan dibentuk agar cocok dengan the arrival of the AntiChrist (kedatangan Dajjal). Segenap bidang kehidupan manusia yang meliputi ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, militer, pertahanan-keamanan, pendidikan dan hukum dijauhkan dari nilai-nilai Islam. Bahkan aspek entertainment-pun diarahkan untuk menyambut kedatangan Dajjal. Dan salah satu anak emas entertainment tersebut adalah film. Karena film dinilai sebagai media yang jitu untuk mengkampanyekan berbagai kepentingan perancangnya. Dan salah satu Film tersebut adalah film yang berjudul 2012 ini yang nampaknya juga membawa misi terselubung dari sang Pendusta terbesar di jagad ini (Dajjal).
Karena kiamat menurut produser film-film Dajjalis hanyalah sebuah proses evolusi perjalanan kehidupan manusia di dunia. Sehingga setelah berlangsungnya apocolypse (kiamat) masih ada segelintir manusia yang sanggup terus hidup melewati dahsyatnya hari kehancuran tersebut. Lalu pastinya akan ada sejenis kehidupan dan peradaban baru yang muncul di muka bumi. Selanjutnya, siapakah yang akan memimpin dan berkuasa di dunia sehabis 2012?
Jika kita buka situs www.whowillsurvive2012.com yang merupakan 2012 – Official Movie Site, maka bila kita klik kotak berjudul ”The Experience”, maka akan kita dapati salah satu kotak pilihan lagi dengan judul Vote For The Leader of the Post 2012 World (Pilihlah Pemimpin Dunia Pasca 2012). Apakah maksud semua ini?
Apakah sudah dekat masanya sang pendusta terbesar (Dajjal) akan segera muncul??? Dan apakah arah dari pernyataan Vote For The Leader of the Post 2012 World (Pilihlah Pemimpin Dunia Pasca 2012) adalah sebuah media atau ajang untuk pengumpulan suara guna menyambut dan mendukung “Tuan yang ditunggu-tunggu (Dajjal)” kedatangannya yang akan muncul di akhir zaman nanti? entahlah. Namun yang pasti dan yang perlu anda ingat, mereka (terutama Yahudi) sudah sangat lama merindukan kedatangan sang messiah mereka (Dajjal). Dan proses penyambutan itu mereka proyeksikan secara sistematis. Kaum yahudi pasca pembantaian Nazi di jerman dan yang semula tersebar (diaspora) di berbagai penjuru dunia sejak 1948 telah memiliki tanah air mereka sendiri yang sebenarnya tanah milik rakyat Palestina. Dan semenjak menganeksasi wilayah bangsa Palestina tersebut dan sejak kemenangan mereka pada perang Arab-Israel (sebenarnya Israel sudah hampir kalah, namun dengan bantuan sahabat karibnya Amerika Serikat, Israel berhasil mengalahkan koalisi tentara Arab) bangsa Zionis Yahudi ini telah memulai langkah awalnya dalam proyek penyambutan sang messiah mereka. Dan salah satu proyek prestisius mereka adalah upaya perobohan Masjid Al Aqsa yang merupakan tempat suci umat Islam dimana di masjid yang menjadi kiblat pertama inilah Rasulullah memulai perjalanannya ke langit (Mi’raj). Dengan dalih adanya situs-situs peninggalan nabi sulaiman yang berupa tempat peribadatan (mereka menyebutnya Haikal Sulaiman) yang berada di dasar masjid al Aqsa, ,mereka dengan lancang dan kurang ajar sejak tahun 1957 telah melakukan penggalian terowongan di bawah pondasi al Aqsa. Upaya perobohan masjid suci ke 3 umat islam ini tidak lain adalah salah satu upaya sistematis yahudi untuk membangun kuil sulaiman (Solomon Temple/Haikal Sulaiman) di atas reruntuhan Al Aqsa. Dan sejak 2008 telah dirancang sinagog terbesar (Solomon Temple) yang menelan biaya sekitar 44 juta dollar AS yang diperuntukkan sebagai singgasana untuk menyambut sang messiah (dajjal) yang dinanti-nantikan sebagai pemimpin dunia akhir zaman. Dan meskipun mungkin 2012 belum tentu terjadi kiamat, namun kita juga semestinya mulai mempersiapkan diri karena jika melihat berbagai tanda kiamat suqra (kiamat kecil) yang beruntun telah terjadi di dunia ini, nampaknya kiamat kubro (besar) memang sudah dekat masanya menghampiri kita.
Toh, bukankah Rasulullah mengatakan bahwa tidak akan terjadi kiamat sebelum terjadi perang besar antara Kaum Muslimin seluruh dunia dengan kaum Yahudi. Peristiwa 22 hari di Gaza beberapa hari yang lalu adalah sebuah pemanasan. Dan Yahudi kini makin mematangkan rencana menyongsong perang akhir zaman melawan umat islam yang merupakan pertanda awal akan semakin kian dekatnya kiamat.
Dan salah satu upaya Zionis yahudi itu disamping memperkuat militernya adalah mengadu domba dan memecah belah serta membuat konspirasi yang menyulut berbagai peperangan di negeri-negeri Muslim seperti yang terjadi di Irak, Afghanistan, Palestine, pakistan, Chechnya, Kashmir, pattani,mindanao, somalia, sudan dan negeri muslim lainnya termasuk negeri kita. Dan upaya lain adalah mereka beramai-ramai menanam pohon Qorqod (mereka memahami hadis Rasulullah) yang mengatakan, “Tidak akan terjadi Kiamat sehingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi sampai Yahudi berlindung di balik batu dan pohon lalu batu dan pohon berbicara “Hai Muslim, hai hamba Allah, ini Yahudi di belakangku, kemari, bunuhlah dia,” kecuali Ghorqod sebab ia sungguh pohon kaum Yahudi.” (HR Muslim 5203. Dan upaya penyambutan berupa pembangunan sinagog super di atas reruntuhan Al Aqsa yang kini keadaannya kian mengkhawatirkan.
Tinggal kita (Muslim) bagaimanakah kita menyongsong kiamat tersebut yang entah besok, lusa, seminggu lagi, atau kapanpun itu akan terjadi. Sejauh mana kematangan persiapan kita ???
Diseduh Oleh : Musyaf Senyapena