Sensus Penduduk Akhirat

Sensus Penduduk Akhirat

Sensus penduduk konon digunakan sebagai tolak ukur acuan pembangunan kesejahteraan rakyat sebuah negeri. Demikian kira-kira Master Plan yang selalu dijargonkan oleh para penyelenggarannya (Baca : Pemerintah). Dan tahun ini sensus penduduk Indonesia diadakan serentak mulai tanggal 1 Mei hingga 30 Mei mendatang. Kita sebagai bagian dari penduduk negeri ini tentu diharapkan partisipasi aktifnya agar Mega program kolosal pemerintah tersebut berjalan sesuai yang diharapkan. Berbicara lebih banyak tentang sensus semacam ini, ada satu pemikiran yang agak “nakal” dan “nyeleneh” dari saya pribadi tentang program pendataan penduduk tersebut. Dalam benak saya -dan mungkin dalam benak anda juga- mungkin pernah muncul sebuah tanya, “Apakah ada juga sensus semacam ini mengenai jumlah penduduk di surga dan neraka?”
Kalau saya pribadi mempunyai jawaban sendiri yang tentunya juga agak “nakal” dan “nyeleneh” yang mungkin tidak semua orang menyetujui buah pemikiran saya ini. Jika ada yang bertanya pada saya, “Sepanjang sejarah manusia apakah pendataan atau pemetaan tentang penduduk surga dan neraka pernah dilakukan?” maka saya akan menjawab dengan mantap “pernah”. Dan jika ada yang bertanya “Siapakah gerangan yang pernah melakukannya?” maka akan dijawab oleh ku bahwa yang pernah melakukan pendataan dan pemetaan mengenai keadaan penduduk di surga dan neraka adalah sang Nabi besar kita Muhammad SAW kala beliau di-tamasya-kan oleh Allah ke langit dalam proses Isra’ Mi’raj. Dan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hasil sensus atau pendataan penduduk di dua negeri akhirat tersebut, ada baiknya kita simak penuturan sang pelaku sensus negeri akhirat tersebut.

Hasil pendataan nabi Muhammad SAW kala mengunjungi Surga dan Neraka :

“Aku menjenguk ke surga, aku dapati kebanyakan penghuninya orang-orang fakir-miskin dan aku menjenguk ke neraka, aku dapati kebanyakan penghuninya kaum wanita.” (HR. Ahmad)
-Nabi juga pernah melihat banyak kaum wanita yang berpakaian namun telanjang dan gulungan rambutnya seperti punuk unta. Dan sekarang nubuat suci itu kian mem-fakta-kan kebenarannya dimana di zaman modern ini banyak kita jumpai para kaum hawa yang berpakaian serba terbuka dan mengumbar auratnya untuk umum. Wallahu A’lam

“Penghuni neraka ialah orang yang buruk perilaku dan akhlaknya dan orang yang berjalan dengan sombong, sombong terhadap orang lain, menumpuk harta kekayaan dan bersifat kikir. Adapun penghuni surga ialah rakyat yang lemah, yang selalu dikalahkan.” (HR. Al Hakim dan Ahmad)

“Nabi Saw masuk surga, orang yang mati syahid, anak yang belum dewasa (baligh) dan anak perempuan kecil yang dikubur hidup-hidup masuk surga juga.” (HR. Abu Dawud)

“Para syuhada di lembah (tepi) sungai dekat pintu surga dalam bangunan berkubah berwarna hijau. Rezeki mereka datang dari surga setiap pagi dan petang.” (HR. Al Hakim dan Ahmad)

“…Aku telah menyaksikan neraka yang penghuninya paling banyak kaum wanita. Maka dekatkanlah dirimu (wanita) kepada Allah sedapat mungkin.” (HR. Bukhari)

“Diperlihatkan kepadaku neraka kebanyakan penghuninya kaum wanita karena kekufuran mereka. Para sahabat bertanya, “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Nabi Saw menjawab, “Mereka mengkufuri pergaulan dan kebajikan (kebaikan). Apabila kamu berbuat ihsan (baik) kepada seorang dari mereka sepanjang umur lalu dia mengalami sesuatu yang tidak menyenangkannya dia akan berkata, “Kamu belum pernah berbuat baik kepadaku.” (HR. Bukhari)

Pelaku Makar, tipu muslihat dan pengkhianatan adalah penduduk neraka yang sesuai dengan kesaksian nabi bahwa, “Makar, tipu muslihat dan pengkhianatan menyeret pelakunya ke neraka.” (HR. Abu Dawud)

“Aku menjenguk ke surga dan aku melihat kebanyakan penghuninya orang-orang fakir (miskin). Lalu aku menjenguk ke neraka dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Orang-orang fakir-miskin akan memasuki surga lima ratus tahun[*] sebelum orang-orang kaya memasukinya.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)
-[*] Lima ratus tahun adalah setengah hari di surga karena sehari di sisi Allah sama dengan seribu tahun di dunia. Wallaahu’alam-

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Abul Qasim saw. bersabda: “Sesungguhnya rombongan yang pertama kali memasuki surga itu bagaikan bulan purnama, kemudian rombongan berikutnya seperti bintang yang terang-benderang di langit. Masing-masing mereka berpasangan dua orang yang sumsum betisnya terlihat dari dalam daging dan di dalam surga tidak ada seorang pun yang tidak berpasangan.” (Shahih Muslim No.5062)

Hadis riwayat Abu Musa Al-Asy`ari ra.:
Dari Nabi saw., beliau bersabda: “Sesungguhnya seorang mukmin mempunyai sebuah kemah di dalam surga yang terbuat dari satu mutiara yang berlubang, panjangnya enam puluh mil, dan orang seorang mukmin juga memiliki keluarga di dalamnya yang akan ia kunjungi padahal sebagian mereka tidak pernah melihat sebagian yang lain.” (Shahih Muslim No.5070)

Hadis riwayat Haritsah bin Wahab ra.:
Bahwa ia mendengar Nabi saw. bersabda: Maukah kalian aku beritahu tentang ahli surga? Para sahabat berkata: Mau. Rasulullah saw. bersabda: Yaitu setiap orang yang lemah dan melemahkan diri, seandainya ia bersumpah demi Allah, pasti akan dilaksanakan. Kemudian beliau bertanya lagi: Inginkah kamu sekalian aku beritahukan tentang ahli neraka? Mereka menjawab: Mau. Beliau bersabda: Yaitu setiap orang yang kejam, bengis dan sombong. (Shahih Muslim No.5092)

Hasil sensus dan pendataan keadaan penduduk di surga dan neraka tersebut adalah sebagian kecil yang dapat tersajikan dalam artikel ini. Dan memang sensus tersebut sangat berbeda dengan program sensus yang dilakukan di negeri-negeri dunia yang tolak acuannya adalah meng-kalkulasi jumlah penduduknya guna tujuan-tujuan berkikutnya yang konon sebagai bahan dasar perencanaan pembangunan kesejahteraan penduduknya. Sensus atau pendataan di negeri akhirat yang pernah dipublikasikan oleh Rasulullah tersebut memang tidak menyebutkan jumlah (kalkulasi) penghuninya namun menunjukkan sesuatu yang lebih besar dan penting daripada sekadar hitung-hitungan tersebut, yaitu agar tiap manusia yang kini masih berada di dunia yang notabene adalah calon penghuni salah satu dari 2 tempat negeri akhirat tersebut lebih mempersiapkan diri dan bekal guna menentukan di kampung Akhirat mana (surga atau neraka) kelak dia berdomisili. Oh iya, satu hal yang pasti, anda boleh tidak setuju dengan pemikiran “nakal” dan mungkin agak “nyeleneh” saya ini. Namun yang pasti, kesimpulannya adalah bahwa sensus atau pendataan penduduk Surga dan Neraka memang benar-benar pernah diadakan toh???

Wallahu A’lam

Diseduh Oleh  : Musyaf Senyapena
Diseduh Di     : Senyapandaan