Gerakan Indonesia Bersih

Gerakan Indonesia Bersih

 

15 Oktober, sebagaimana diketahui bersama adalah hari cuci tangan memakai sabun sedunia. Hal ini hampir disepakati oleh seluruh masyarakat dunia. Mencuci tangan memang sekilas nampak sangat sederhana, bahkan mungkin dianggap sebagai sebuah kegiatan yang remeh dan dapat dikesampingkan dalam rutinitas hidup sehari-hari. Namun anggapan semacam ini ternyata salah. Karena meskipun sederhana namun ada manfaat besar di balik manfaat cuci tangan tersebut.

Seiring makin pesatnya ilmu pengetahuan yang dibarengi dengan makin gencarnya penelitian-penelitian, ditemukan fakta bahwa hampir sebagian besar penyakit yang masuk ke tubuh kita adalah akibat dari adanya bakteri jahat yang bersarang di dalam tubuh yang uniknya hal itu dikarenakan oleh tangan kita sendiri. Dengan kata lain, kita sendirilah yang mengizinkan bakteri dan kuman itu masuk. Sebagaimana diketahui bahwa organ tubuh yang juga merupakan alat pengindara terluas yang ada pada tubuh manusia adalah kulit. Karena hampir mencakup seluruh tubuh kita. Kulit merupakan benteng pertama pertahanan tubuh manusia. Dan selayaknya sebuah benteng, maka setiap saat benteng pertahanan itu akan selalu diserang oleh musuh. Dan musuh dari tubuh kita antara lain adalah kuman, bakteri, polutan, dan radikal bebas yang banyak berseliweran di udara sekitar kita. Musuh- musuh itu dapat masuk setidak-setidaknya melalui beberapa cara. ada yang masuk melalui celah-celah mikro di kulit kita yang biasa disebut pori-pori, ada yang melalui hidung alias pernafasan kita dan yang paling unik adalah ketika bakteri dan kuman itu masuk ke dalam tubuh melalui tangan kita sendiri.

Maka bukan sesuatu hal yang mengagetkan jika kini banyak kita jumpai di layar kaca bagaimana gencarnya perusahaan-perusahaan sabun terkemuka yang saling berlomba-lomba mengadakan program yang bertemakan kesehatan melalui gerakan cuci tangan memakai sabun setiap saat. Bahkan perusahaan-perusahaan sabun itu saling mengklaim dalam iklannya bahwa produk mereka dapat membunuh kuman dan bakteri di tangan hingga hampir 99,9 % setelah beberapa menit digunakan. Semua hal itu wajar-wajar saja karena memang demikianlah persaingan usaha. Namun yang menjadi bahasan kita adalah tentang bagaimana animo masyarakat terhadap program gerakan cuci tangan tersebut. Jika melihat banyaknya program gerakan cuci tangan memakai sabun yang diadakan secara massal dan makin gencarnya sosialisasi program tersebut baik melalui Road Show di sekolah-sekolah maupun melalui iklan, dapat ditarik kesimpulan bahwa animo dan kesadaran masyarakat kita mengenai pentingnya cuci tangan memakai sabun ternyata semakin meningkat. Apalagi kini pembelajaran dan pembiasaan cuci tangan memakai sabun sering diajarkan oleh guru-guru kepada anak didiknya semenjak usia dini, mengingat betapa besarnya manfaat dari cuci tangan tersebut.

Menurut sekelompok peneliti dan ahli Psikologi, mencuci tangan akan membuat seseorang merasa nyaman dengan apa yang sedang ia kerjakan dan yang ia putuskan. Para peneliti tersebut juga menyimpulkan bahwa orang yang langsung mencuci tangan setelah memutuskan sesuatu akan merasa senang dengan apa yang ia putuskan tersebut daripada orang yang tidak melakukannya. Para peneliti itu percaya bahwa mencuci tangan secara ilmu psikologi merupakan bentuk penegasan terhadap apa yang telah diputuskan orang tersebut sebelumnya.

Ketua tim peneliti dari Universitas Michigan Amerika Serikat, Spike Lee mengatakan bahwa dengan mencuci tangan, sepertinya telah menghilangkan keragu-raguan terhadap apa yang ia putuskan mengenai benar atau salah. Para peneliti telah melakukan uji coba kepada beberapa relawan siswa mengenai hal ini, dan menemukan juga bahwa dengan mencuci tangan dapat membersihkan perilaku-perilaku yang kurang baik sebelumnya (sumber : http://www.hidayatullah.com/Sunday, 09 May 2010 09:58).

Mungkin kita akan tercengang dengan apa telah dipaparkan oleh para ilmuwan tersebut. Meskipun hal itu hanyalah sebagian kecil dari manfaat cuci tangan yang sebenarnya sangat banyak. Menilik manfaat-manfaat besar dari mencuci tangan tersebut, maka pantas saja jika nabi kita, Muhammad SAW, telah mengatakan pada kita tentang betapa memang sangat pentingnya mencuci tangan. 14 abad yang lampau beliau telah dawuh, “Barangsiapa tidur dan tangannya masih berbau atau masih ada bekas makanan dan tidak dicucinya lalu ia terkena sedikit gangguan penyakit kulit, maka janganlah menyalahkan kecuali kepada dirinya sendiri.” (HR. Ibnu Hibban dan Abu Daud). Beliau juga mewanti-wanti manusia bahwa, “Apabila seseorang bangun tidur jangan langsung memasukkan tangan ke ember (Bak Air) sehingga mencucinya terlebih dahulu tiga kali. (karena) Sesungguhnya dia tidak mengetahui dimana tangannya bermalam atau dimana tangannya melayang.”(HR. Abu Daud).

Subhanallah, betapa indahnya agama ini. Bahkan hal-hal yang sederhana seperti mencuci tanganpun telah diajarkan oleh Nabi orang Islam. Hal sederhana yang ternyata kini mampu mengguncang dunia kesehatan karena dibalik kesederhanaannya ternyata menyimpan hal (manfaat) yang sangat besar. Karena itu, jika kini ada yang namanya program Gerakan Cuci Tangan Memakai Sabun yang bahkan oleh masyarakat dunia disepakati dan diperingati secari simbolis setiap 15 Oktober, maka semua itu tak lepas dari jasa Islam dan umatnya karena barat (baca Eropa cs) tak akan pernah dapat mengenal mandi, sabun, apalagi gerakan mencuci tangan memakai sabun tanpa peranan dan “ajaran” umat Islam. Karena jika anda mengetahui sejarah yang jujur dan sebenarnya maka anda akan mengetahui bahwa jauh sebelum orang barat mengenal mandi maka Umat Islam yang saat itu tengah mengalami puncak kejayaan peradabannya sudah menjadikan mandi sebagai kebiasaan sehari-hari karena telah diajarkan oleh Nabi mereka melalui Sunahnya. Dan sebelum orang-orang barat mengenal yang namanya sabun, umat Islam telah menggunakannya sehari-hari dalam kehidupan mereka karena yang menemukan sabun adalah ilmuwan Muslim sendiri. Eropa (Barat) takkan pernah mengalami zaman Renaissance/pencerahan dan maju seperti sekarang tanpa adanya pencerahan dari ajaran Islam dan umatnya di abad-abad lampau karena fitrah Islam adalah Rahmatal Lil Alamin, yang salah satu bentuk dari rahmat diturunkannya Islam ke dunia adalah sebagai pemberi pencerahan bagi seluruh manusia beserta semesta alam. Maha Benar Allah yang telah berfirman dalam KalamNya, “Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”(Qs. Al Anbiya’ [21] : 107).

Diseduh Oleh : Musyaf  Senyapena (senyapena@gmail.com)

Diseduh Di     :  Senyapandaan