Diambang 2 Jalan

Diambang 2 Jalan

Sebenarnya ada beberapa kisah nyata dalam hidup ini yang sangat unik yang berkaitan dengan kelakuan beberapa orang manusia dalam hal tindakan mereka melakukan kegiatan “barter” yang aneh. Berikut ini beberapa contohnya.

1. Wanita Yang Menukar Surga Dengan Neraka

Hari ini ketika mata kita memandang ke sekeliling baik itu di lingkungan dekat rumah kita, di jalan maupun di televisi, maka kita sudah pasti akan menemukan para wanita yang cara berpakaiannya sangat bertentangan dengan norma kesusilaan, adat ketimuran dan tuntunan agama. Dalam bahasa agama dikatakan bahwa mereka berpakaian namun telanjang. Mulai dari artis hingga para remaja yang latah dengan selalu mengekor pada fashion world ala barat. Mereka tidak mau dikatakan sebagai cewek yang Old Fashioned yang selera dan cara berbusananya ketinggalan zaman. Mulai model V Neck yang mengumbar keindahan buah dada, gaun dengan belahan panjang hampir mencapai ujung dalam paha, rok mini yang hampir-hampir saja tak menutupi apapun di daerah tubuh bagian bawah wanita hingga gaun yang tertutup di bagian depan namun bolong di bagian punggung, lebih mereka sukai daripada berbusana tertutup apalagi berbusana ala Islami yang memadukan jilbab sebagai aksesori wajibnya. Mereka menganggap yang mereka lakukan itu lebih modern, maju dan beradab daripada berpakaian seperti yang diajarkan dalam agama. Padahal apa yang mereka lakukan ini sama halnya dengan perbuatan “Menukarkan Surga dengan Neraka”. Mengapa dikatakan demikian? Sebab Nabi sendiri yang mengatakannya 14 Abad yang lalu. Saat itu beliau bersabda bahwa “Tak akan dapat mencium bau surga wanita yang berpakaian namun telanjang. Padahal bau surga itu tercium dari jarak yang sangat jauh,” jika baunya saja tak akan dapat dihirup oleh para wanita yang berpakaian namun telanjang, apalagi untuk dapat memasukinya. Di zaman nabi, pernah suatu hari beliau dihampiri oleh seorang wanita budak hitam penderita ayan (Epilepsi) yang ingin mengadukan hajatnya pada beliau. Wanita budak hitam itu menceritakan bahwa setiap kali penyakitnya kambuh, maka auratnya/sebagian kulit yang biasa tertutup oleh hijab selalu tersingkap sedikit saat dia sedang tak sadarkan diri dalam keadaan kumat tersebut. Karena sebagai wanita yang mengaku beriman maka dia merasa malu akan hal itu sehingga dia memohon kepada nabi agar berkenan mendoakannya supaya penyakitnya disembuhkan oleh Allah. Namun nabi hanya tersenyum dan berkata padanya,”Maukah engkau jika Allah menganugerahimu sebuah surga yang nyata kelak?” dan wanita itupun menjawab dengan pasti bahwa ia mau. Nabi pun menjelaskan bahwa untuk dapat meraih surga itu ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu apabila wanita budak hitam itu mau bersabar dengan penyakitnya dan tetap taat pada Allah dan RasulNya. Wanita itupun menyanggupi syarat yang diberikan oleh Rasulullah tersebut. Namun dia mengajukan permohonan agar nabi berkenan mendo’akannya agar auratnya tak lagi terbuka walau sedikit saja saat dirinya tak sadarkan diri ketika penyakitnya kambuh (kumat). Rasulullah pun mendo’akannya dan sejak saat itu auratnya tak lagi terbuka saat dirinya tak sadarkan diri. Rasulullah mengatakan bahwa wanita budak hitam ini adalah wanita penghuni surga karena rasa malunya terhadap masalah aurat dan kesabarannya dalam menanggung penyakitnya itu.

Saat ini mari kita bandingkan dengan keadaan di sekitar kita. Bukankah banyak wanita yang dengan sadar diri membukakan auratnya pada yang tak berhak. Jika wanita penghuni surga dalam kisah di atas malu saat auratnya tersingkap sedikit saat dia dalam keadaan tak sadarkan diri, maka hal ini sangat berbalik 180 derajat dengan fenomena yang terjadi saat ini. Karena ternyata banyak dijumpai wanita yang sehat tak berpenyakitan dan dengan sadar diri malah menghidangkan auratnya agar dapat dinikmati oleh mata-mata liar yang tak halal bagi mereka. Mereka tak mampu bersabar dengan keadaan diri mereka. Maksudnya adalah dengan keadaan diri mereka yang sehat dan tubuh yang indah, molek, seksi dan menarik tersebut membuat mereka tak mampu bersabar agar tak tergoda oleh rayuan-rayuan duniawi yang membisikkan ke telinga mereka agar menanggalkan pakaian mereka dan berbusana selayak wanita barat yang telanjang sehingga tubuh indah mereka dapat dinikmati banyak orang. Selain popularitas, pujian dan rupiah mengalir ke kantong, mereka juga akan dinobatkan sebagai wanita tercantik, terseksi dan menjadi ratu dunia yang dipuja-puja tiap lelaki dan tiap senti dari tubuh mereka akan bernilai rupiah melalui eksploitasi produk-produk kecantikan semu yang menyewa bagian-bagian tubuh mereka untuk digunakan dalam iklan produk para pengusaha produk tersebut. Maka inilah mereka para wanita yang menukarkan jatah surga mereka kelak dengan neraka karena tak sanggup bersabar dengan amanah tubuh indah yang dianugerahkan Tuhan pada mereka. so, bagi para wanita, bersabarlah dan kuatkan kesabaran anda dalam menjaga kesucian dan kehormatan anda. Jangan umbar aurat anda pada yang tak berhak. Jika anda bertanya fungsi terbesar dari menutup aurat dengan cara berpakaian yang Islami, maka kami sebagai lelaki akan menjawab bahwa manfaat terbesarnya adalah selain dapat melindungi anda, apa yang anda lakukan dengan menutup aurat tersebut akan dapat lebih melidungi kami, mata kami, dan bagian-bagian lain dari tubu kami dari niat untuk melecehkan anda. Maka dapat disimpulkan bahwa anda sebagai wanita dan kami sebagai lelaki akan sama-sama terlindungi dari fitnah dan kita sama-sama dapat menjaga keseimbangan ekosistem tatanan nilai kesusilaan dalam kehidupan ini. Karena rusaknya sebuah masyrakat dan negara adalah ketika anda (wanita) rusak atau dirusakkan, karena anda adalah tiang negara (Al Hadis). Dan jika tiang negara sudah roboh maka apa lagi yang dapat diharapkan dari negara tersebut. (Bersambung)

Diseduh Oleh : Musyaf Senyapena (senyapena@gmail.com)
Diseduh Di : Senyapandaan