Obesitas

Obesitas

Ini tentang sebuah peristiwa unik yang terjadi di zaman Khalifah Harun Al Rasyid. Saat itu beliau sedang bingung mengenai kondisi badannya yang kian gendut saja atau dalam istilah sekarang kita menyebutnya obesitas. Saat itu semua tabib dan ahli kesehatan telah dipanggil oleh sang Khalifah agar dapat menyembuhkan alias memberi obat supaya berat badannya dapat turun. Namun semua jampi dan saran yang dianjurkan oleh para ahli itu ternyata nihil belaka. Berat badan dan bentuk tubuh sang Khalifah tetap saja melar. Suatu hari di tengah-tengah rasa putus asanya, khalifah memanggil seorang ulama dan menceritakan masalahnya tersebut. Sang ulama itu mendengarkan dengan seksama penjelasan sang khalifah dan tak ada sepatah katapun yang meluncur dari lisannya. Hingga saat khalifah menuntaskan ceritanya, ulama itu hanya berucap satu kata saja. “Khalifah Ar Rasyid yang mulia, beberapa hari lagi anda akan mati!”

Demi mendengar ucapan sang ulama’ yang tidak mungkin berbohong itu, khalifah berhari-hari hanya termenung ketakutan karena mengetahui kabar bahwa usianya telah dekat untuk dikhatamkan oleh Izrail. Berhari-hari khalifah tidak begitu selera makan, minum dan beraktifitas seperti biasanya. Yang ada dalam tempurung benaknya hanyalah bagaimana dia akan menghadapi ajalnya sebentar lagi. Lambat laun waktu berganti dan tubuh khalifah terlihat lebih kurus dari sebelumnya. Itu semua tidak lain karena disebabkan oleh ketakutan pikirannya akan kematiannya.

Setelah beberapa waktu lamanya, sang ulama itu menghampiri istana khalifah untuk melihat kondisi pemimpin rakyat itu. Demi mengetahui kedatangan sang ulama, khalifah merasa senang sekaligus bercampur takut. Senang karena dia dapat mengungkapkan segala ketakutannya dan cemas karena usianya kata ulama itu akan segera habis. Setelah mengucap salam dan dipersilahkan duduk oleh khalifah, ulama itu bertanya,”Bagaimana keadaan anda wahai Amirul Mukminin?”

“Ya seperti inilah keadaan saya wahai panutan umat. Setelah anda mengabari saya bahwa beberapa hari lagi saya akan mati, saya tidak enak makan, minum dan tidur. Yang ada dalam pikiran saya hanyalah kematian.”

“Jadi obat saya telah manjur, bukan?”

“Maksud anda?”

“Iya. Dulu anda sering mengeluhkan berat badan dan bentuk tubuh anda yang berlebihan. Dan anda tidak pernah berhasil mencari solusinya. Dan sekarang apa yang anda idam-idamkan telah anda dapatkan, bukan?”

“Astaqfirullah!” Khalifah terkaget dan baru menyadari akan arah pembicaraan sang ulama.

“Jadi cara menurunkan berat badan anda adalah dengan anda memikirkan kematian. Karena tiada hal yang paling menakutkan anak adam selain hal itu.” Dari kisah tersebut kita dapat mengambil sebuah pelajaran bahwa semua kehidupan anda entah itu susah atau senang tergantung dari kondisi pikiran anda. Jika pikiran anda berpikir positif maka kehidupan anda juga akan selalu positif dan menyenangkan dan begitu pula sebaliknya jika kondisi pikiran anda buruk maka hidup anda akan terpengaruh dan akan selalu negatif serta pesimistis menghadapi kehidupan. Dan pelajaran penting lainnya dari kisah di atas adalah bahwa kematian adalah salah satu hal paling menakutkan yang harus dihadapi oleh setiap yang bernafas. Ingat pesan Rasulullah, “Perbanyaklah mengingat penghancur segala kenikmatan!” apakah penghancur segala kenikmatan yang dimaksud sang nabi yang mulia itu. Jawabannya adalah KEMATIAN. Karena dengan mengingat kematian kita akan dapat menjalani hidup dengan lebih bertanggungjawab karena pada akhirnya kita akan kembali kepadaNya dan menanggung semua amal perbuatan kita. Wallahu A’lam.

Diseduh Oleh : Musyaf  Senyapena (senyapena@gmail.com)

Diseduh Di     : Senyapandaan