Against  Jasmine Slalu Hepy

Against Jasmine Slalu Hepy

Beberapa hari yang lalu, tepatnya saat malam hari ketika sedang asyik-asyiknya menonton berita di televisi, ada sebuah pesan masuk di ponsel saya. Sebuah sms dari seorang kawan rupanya. Namun yang membuat hati agak tersentak adalah saat saya baca isi sms tersebut, sms itu berisi pesan agar siapa saja yang ponselnya menerima pesan tersebut tuk segera menelusuri sebuah akun Facebook atas nama “Jasmine Slalu Hepy.” Karena didera rasa penasaran yang besar saat ada info bahwa akun FB tersebut selalu mem-posting hal-hal yang menjelekkan Islam, Al Qur’an dan juga Nabi Muhammad, maka sesegera mungkin saya search akun tersebut, dan setelah ketemu, saya baca wall nya dan ASTAQFIRULLAHAL ADZIM, dada serasa sangat sesak membaca profil pemilik akun tersebut. Dan ketika membaca beberapa postingannya otak juga serasa mendidih mau pecah karena penghujatan dan penistaan yang dilakukan si “Jasmine Slalu Hepy” ini memang sudah diambang akhir toleransi. Ini penistaan besar, perusak keharmonisan beragama dengan isu SARA yang paling sensitive. Maka memang wajar saja jika banyak yang menghujat wanita kelahiran Jakarta 24 tahun yang lalu ini (berdasar profilnya), bahkan sebagian besar para penghujatnya menyarankan agar si Dajjal ini dibunuh karena darahnya halal. Semua itu wajar saja karena apa yang ditulis Jasmine Slalu Hepy ini sudah sangat keterlaluan.

 

Sebagai salah seorang Muslim yang juga merasa “marah” tentunya, maka saya mencoba melampiaskan “marahku” itu dalam seduhan (tulisan) sederhana ini yang saya persembahkan kepada “Jasmine Slalu Hepy” tentang betapa agungnya pribadi Muhammad yang selalu dia nista sedemikian keji.

Jika kita mengatakan bahwa Muhammad adalah pribadi yang jujur dan amanah, mungkin itu sudah biasa karena hal ini sudah sangat termasyhurnya di kalangan umat manusia. Jadi untuk menyederhanakan dan mempersingkat seduhan ini, maka saya kemukakan kisah akhir hayat Muhammad saja dan akan dibandingkan dengan kisah akhir Tuhan yang dipuja-puja oleh “Jasmine Slalu Hepy” sebagai sang penebus dosa dan jalan keselamatan satu-satunya. Ingat saat Nabi Muhammad akan menghembuskan nafas terakhirnya di dunia, beliau memanggil keponakan sekaligus menantu beliau, Ali Bin Abu Thalib K.w.h. guna mengatakan ucapan terakhir beliau. Dan tahukah anda saudara “Jasmine Slalu Hepy” apa pesan terakhir Muhammad yang selalu dihujat oleh anda dan orang-orang di belakang anda. Beliau berpesan agar umatnya senantiasa berpegang teguh pada Al Qur’an dan Al Hadis, itulah 2 warisan teragung beliau kepada umatnya yang dijaga para pengikutnya hingga saat ini. Kemudian beliau berujar dengan lirih menyebut-nyebut “Ummati, Ummati, Ummati” hingga 3 kali, tahukah anda wahai saudara “Jasmine Slalu Hepy” apa arti ucapan Muhammad tersebut?. Beliau memanggil-manggil umatnya, hingga mendekati detik terakhir nafasnya, Muhammad masih memikirkan umatnya. Beliau juga berpesan agar umatnya senantiasa menjaga Sholat dan melindungi serta membela kaum lemah. Beliau, ketika merasakan sakratul maut yang demikian sakitnya -hingga membuat Jibril memalingkan wajah dari Beliau karena tidak tega melihat sang kekasih Tuhan semesta alam itu akan meninggalkan dunia- kemudian berdoa di sela-sela nafas terakhir beliau agar separuh dari rasa sakit saat sakratul maut yang akan dialami umatnya agar dibebankan kepadanya. Karena beliau tidak tega melihat umatnya menanggung rasa sakit yang amat sangat dari proses sekarat tersebut. Bahkan beliau pun tidak mau memasuki pintu surga terlebih dahulu karena beliau menunggu umatnya terlebih dahulu guna memasukinya bersama-sama kelak.

Nah, jika pribadi Muhammad yang demikian agungnya yang dibuktikan dengan pengorbanan yang beliau lakukan tuk umatnya hingga akhir nafas masih dianggap sebelah mata, lantas bagaimanakah dengan pengorbanan yang dilakukan oleh –bukan- Tuhan yang anda Tuhan-kan, ingat saat manusia yang anda anggap Tuhan tersebut disalib, apa kata-kata terakhir yang diucapkannya, kata-kata tersebut adalah,”Elli Elli Lama Sabakhtani,” yang artinya,”Tuhan, Tuhan, Tuhan, kenapa Engkau meninggalkanku?” (lihat Injil Matius 27:46 )
Bandingkan dengan apa yang dilakukan dan diucapkan oleh Muhammad. Tuhan yang dipuja-puja “Jasmine Slalu Hepy” tidak pernah memikirkan umatnya sama sekali, dia hanya memikirkan dan meratapi nasibnya sendiri karena dihukum di tiang salib oleh manusia-manusia yang notabene seharusnya tidak dapat mengalahkan Tuhan atau Anak Tuhan. Jadi manusia yang disalib ini egois, memikirkan nasibnya sendiri, dia merengek-rengek memanggil Tuhan (Tuhan memanggil Tuhan???) dan protes karena Tuhan meninggalkannya diikat dengan konyol di tiang salib layaknya penjahat lainnya (ingat disampingnya ada beberapa penjahat yang juga disalib). Lantas betapa lucunya jika hal yang konyol dan kisah ke-egois-an “Tuhan” yang memikirkan nasibnya sendiri yang disalib beramai-ramai ini dianggap sebagai sebuah bentuk penebusan dosa seluruh umat manusia. Boro-boro memikirkan nasib umat seperti yang dilakukan Muhammad, memikirkan nasibnya saja sudah susah, diikat di tiang pancang berbentuk Salib dengan tak berdaya namun dianggap sebagai Penebus Dosa Manusia? Hah, jika saja kisah tersebut adalah sebuah kisah Film, niscaya tidak akan ada yang menontonnya karena jalan ceritanya yang tak masuk akal dan terkesan konyol.

Sebenarnya perbandingan antara Muhammad dengan manusia yang anda (Jasmine Slalu Hepy) tuhan-kan sangatlah banyak, namun untuk kali ini sedemikian saja dahulu yang saya paparkan di kedai fakir ini. Yang jelas, Muhammad adalah sang Primadona Semesta, tiada manusia yang agung daripadanya, penyayang umatnya hingga akhir hayat. Agama yang dibawanya rasional/masuk akal dan tidak konyol karena berdiri di atas Hujjah (dalil) dan fakta yang jelas bukan dengan kisah-kisah tak masuk akal juga dongengan. Kitab Suci yang diamanahkan Tuhan padanya sangat mulia dan tidak ada pertentangan sedikitpun di dalamnya. Tidak ada campur tangan manusia di dalamnya. Tidak ada istilah Al Qur;an edisi Revisi atau versi –anu- karena tidak akan pernah ada Umat Muhammad yang akan melakukan sebuah konferensi semacam konsili guna merevisi isi Al Qur’an . Isinya akan tetap sama mulai dari pertama kali diturunkan hingga kiamat kelak, tidak ada perubahan seperti apa yang dialami oleh “Kitab Suci” saudara “Jasmine Slalu Hepy” yang sudah beberapa kali direvisi.

Jadi buat saudara “Jasmine Slalu Hepy” ada saran yang bijak dari kami selaku umat Islam, lebih baik berkaca dahulu sebelum berbicara. Lebih baik bersihkan air liur di bibir anda sebelum berani berbicara dengan orang lain. Islam agama kami bukanlah agama dongeng. Islam adalah agama yang rasional, masuk akal, dan tidak mengada-ada serta bukanlah rekaan. Kitab suci kami (Al Qur’an) bukanlah seperti komik dan novel yang ada kalanya perlu direvisi. Yang jelas, “Islam Slalu Benar.”

Diseduh Oleh : Musyaf Senyapena (senyapena@gmail.com twitter : @musyafucino)
Diseduh Di      : Senyapandaan