Awas Womenizer

Awas Womenizer

Dominique Strauss Kahn, satu lagi nama tokoh besar negeri barat yang sangat berpengaruh abad ini yang akhirnya tercoreng namanya akibat ulah amoralnya sendiri. Ya, pemimpin utama IMF (International Moneter Fund) -sebuah lembaga yang sejatinya hanya menguntungkan negara-negara maju dan merusak negera-negara berkembang seperti yang pernah dialami Indonesia di era Soeharto- ini beberapa pekan terakhir sering menghiasi headline media-media di seluruh dunia. Calon presiden Prancis dari Partai Sosialis ini sebenarnya sangat diharapkan akan dapat memimpin negeri Napoleon pasca Sarkozy. Karena berdasarkan beberapa hasil survei, tokoh yang terkenal sangat maniak perempuan dan seks ini selalu menempati peringkat pertama bahkan mengalahkan calon Incumbent (Presiden Nicholas Sarkozy) yang juga masih akan mencalonkan diri sebagai calon presiden berikutnya. Sarkozy sendiri saat ini pamornya sangat jauh menurun di mata rakyat Prancis.

Nah, dengan fakta tersebut seharusnya peluang DSK (Dominique Strauss Kahn) sangat besar tuk bisa merebut kursi kepemimpinan negeri mode tersebut. Namun sayang, karena nafsunya tokoh ini akhirnya harus terjungkal. Karena menurut analisis banyak tokoh dan pengamat politik internasional, pasca kasus ini tentu saja opini publik akan jauh berbeda dari sebelumnya. Banyak yang kemudian kecewa dengan tingkah laku DSK ini. Meskipun oleh sebagian simpatisan dan koleganya, kasus pemerkosaan pegawai hotel oleh DSK ini adalah sebuah Konspirasi tingkat tinggi yang bertujuan guna mematikan karier politik sekaligus menjegal DSK dari kursi pencalonan presiden Prancis. Terlepas dari itu semua dari kasus ini kita dapat mengambil sebuah pelajaran besar bahwa 3 Ta itu memang ternyata benar adanya. Harta, Tahta, Wanita, adalah sebuah jargon purba yang hingga hari akhir nanti akan selalu relevan. Dan kini juga banyak terbukti terjadi di dunia saat ini. Mulai kasus video porno anggota DPR kita dengan seorang penyanyi dangdut, kisah perselingkuhan seorang advokat terkenal yang juga suami penyanyi dangdut terkenal, dan dari kancah international kita juga tentu ingat dengan kasus serong Mantan Presiden AS Bill Clinton dengan Monica Lewinsky yang saat itu adalah Staff di Gedung Putih, dan hari ini selain kasus Dominique Strauss Kahn ada juga kasus heboh yang melibatkan mantan Gubernur California yang juga Aktor Holywood terkenal, Arnold “Terminator” Schwerzeneger yang akhirnya mengakui bahwa salah satu anak dari mantan pembantu rumah tangganya dahulu adalah darah dagingya. Kontan saja perceraian melanda biduk rumah tangganya dengan sang istri. Dan kini DSK sang bos IMF juga tersandung hal yang sama, masih berkutat seputar perempuan. DSK sendiri dalam beberapa wawancara dengan media memang sangat sering mengatakan bahwa semboyan hidupnya adalah “Uang, Perempuan, dan Yahudi”, nah 3 hal itulah yang menguasai otaknya dana akan selalu ia perjuangkan.

Subhanallah, dari beragam kasus tersebut nampaknya Nubuat Nabi Muhammad 14 abad lampau memang kembali membuktikan ke-relevansiannya dengan segala macam zaman, beliau selalu mewanti-wanti umatnya agar berhati-hati dengan perempuan karena tidak ada fitnah terbesar yang ditakutkan beliau terhadap manusia sepeninggalnya selain wanita. Kekhawatiran beliau bukan berarti menunjukkan Islam membenci kaum wanita, namun lebih kepada bentuk preventif dan kewaspadaan agar tatanan dunia tidak rusak. Karena Setan/Iblis yang merupakan musuh utama manusia ketika berusaha menjerumuskan manusia, selalu saja cara terakhir yang diambil adalah menggunakan wanita sebagai fitnah. Dan hal ini berlaku hingga akhir zaman. Kita tentu ingat dengan kisah seorang ulama besar di zaman bani Israil dulu yang akhirnya dihukum mati di depan banyak mata manusia dan kisahnya hingga kini sering diceriterakan kembali oleh para guru kita agar kita dapat mengambil pelajaran darinya, ulama/orang alim nahas itu adalah Barsiso.

Maka dari itulah Islam sangat menjaga wanita dengan berbagai peraturannya yang sayangnya di zaman ini oleh sebagian manusia yang mengatasnamakan aktivis wanita, aktivis feminisme dll dianggap sebagai bentuk penindasan, pengekangan dan diskriminasi Gender oleh Islam terhadap Perempuan. Padahal itu adalah salah satu upaya Islam melindungi tatanan dunia, karena wanita adalah tiang negara dan jika tiang negara itu rusak maka rusaklah negara tersebut. Dan juga karena lelaki adalah sangat lemah jika dihadapkan pada fitnah wanita. Buktinya sangat banyak, bukan.

Dus, akhirnya kiat dapat mengambil kesimpulan bahwa godaan “3 Ta” ternyata masih sangat relevan hingga hari ini dan bahkan mungkin sampai akhir zaman. So, berhati-hatilah terhadap “Harta, tahta, wanita”.

Diseduh Oleh : Musyaf  Senyapena (senyapena@gmail.com)

Diseduh Di       : Senyapandaan