Nyanyian Tikus

Nyanyian Tikus

Muhammad Nazaruddin, nama ini beberapa bulan terakhir ini telah menjadi sebuah nama yang sangat terkenal di seantero negeri ini. Seorang kader partai berkuasa yang buron dan suka “menyanyi” dengan lirik-liriknya yang banyak membongkar kebobrokan partai dan rekan-rekannya (hal ini hingga kini masih diselidiki faktanya). Saya dalam seduhan (baca : tulisan) ini tidak akan membahas banyak mengenai kasus si mantan bendahara umum partai “MERCY” ini. Saya hanya ingin membahasa sedikit hal unik di balik kelakuan koruptor yang satu ini. Setelah pelariannya terhenti di Kolombia, Nazaruddin yang menggunakan paspor milik saudaranya yang belakangan diciduk polisi di Medan ini, akhirnya diterbangkan pulang ke tanah air. Bayangkan saja pemulangan seorang koruptor yang banyak merugikan negara ini memakan biaya 4 milyar. Wuih, hebat banget manusia ini. Tidak tanggung-tanggung dalam menggembosi kas negara ini. Nah yang menjadi keunikan berikutnya setelah Nazaruddin pulang ke Indonesia adalah, ternyata ada perubahan drastis yang dialami si Nazaruddin ini.Bayangkan saja, saat di pelarian dia sangat berani “bernyanyi” sedemikian nyaring mengenai siapa saja rekannya yang terlibat dalam kasus suap pembangunan Wisma Atlet dan juga merembet ke dana pemenangan rekannya di partainya dulu. Namun saat sudah ditangkap dan ditahan di negeri sendiri, dia malah seperti orang yang ketakutan, Tikus yang ketakutan, tak mau makan 2 hari karena takut diracun. Dan memilih bungkam karena mengkhawatirkan nasib keluarganya dan meminta nyawa istrinya yang sedang dalam pelarian agar dijaga. Hei, ada apa ini wahai Bung Nazar? Mana “nyanyianmu” yang dulu sering kamu lagukan di pelarianmu itu. Hah, inikah mental seorang koruptor, mental tikus yang sering mencericit saat belum tertangkap dan diam pucat ketika sudah tertangkap.

 

Sebenarnya yang paling menarik bagi saya dari kelakuan pengecut Nazaruddin itu adalah saat dia menolak tuk makan selama dalam tahanan MAKO BRIMOB. Saya tersenyum geli saat menonton berita yang mewartakan hal ini. Nazaruddin takut diracun? Nazarudin takut mati? Tapi kenapa pas dia korupsi dan memasukkan api neraka (KORUPSI) ke dalam perutnya dan keluarganya dia tidak takut sama sekali. Subhanallah, Tuhan ternyata telah dimatikan oleh para Koruptor saat sedang melakukan aksi bejatnya tersebut dan baru dihidupkan kembali saat dia sudah tertangkap dan akan dihukum. Ya Allah Semoga kami tidak tertular virus-virus tersebut, amin

Diseduh Oleh : Musyaf  Senyapena (senyapena@gmail.com)

Diseduh Di      : Senyapandaan