Awas Sponge Bob And Friends

Awas Sponge Bob And Friends

Judul di atas mungkin sangat mengagetkan bagi anda, dan mungkin kita semua. Karena sebagaimana yang kita ketahui bahwa karakter kartun yang satu itu memang telah sangat dekat dengan penyuka acara televisi di negeri ini, terutama anak-anak. Namun, bagaimanapun kaidah yang menyatakan bahwa kebenaran harus disampaikan meskipun itu pahit haruslah kita pegang dan terapkan. Nah daripada terburu-buru menghakimi saya terlalu mengada-ada ataupun terlalu kolot/radikal/ortodoks/fundamentalis/kaku dsb. Ada baiknya kita kaji bersama SEDUHAN (pembahasan) ini. Berikut yang saya share dari laman online http://arrahmah.com/read/2011/09/14/15215-hati-hati-film-spongebob-squarepants-merusak-mental-anak.html

Karakter kartun SpongeBob SquarePants menciptakan masalah pada anak berusia empat tahun, demikian yang diungkapkan kantor berita AAP mengutip hasil penelitian terbaru di Australia.

Kesimpulan tersebut merupakan hasil penelitian yang melibaatkan 60 anak yang secara acak ditugaskan menonton SpongeBob.  Segera setelah sembilan menit menonton karakter itu, anak-anak tersebut mengalami masalah fungsi mental. Diketahui anak-anak yang menonton SpongeBob lebih buruk keadaan fungsi mentalnya ketimbang yang tidak menontonnya.

Penelitian sebelumnya telah mengaitkan tayangan televisi dengan masalah konsentrasi jangka panjang anak, namun penelitian terakhir ini menunjukkan bahwa masalah bisa muncul lebih cepat dari eksposur yang sangat kecil.

Sementara itu, film kartun anak biasanya berisi adegan action selama 22 menit, sehingga menontonnya secara penuh akan lebih merugikan lagi, kata para peneliti.  Meskipun demikian para peneliti mengatakan dibutuhkan lebih banyak bukti untuk menguatkan asumsi tersebut.

“Hasil penelitian ini mesti ditafsirkan hati-hati mengingat kecilnya skala studi ini, namun datanya kuat dan mendukung gagasan bahwa ekposur media berkaitan dengan isu kesehatan”, kata Dr Dimitri Christakis, spesialis perkembangan anak pada Rumah Sakit Anda Seattle.

Christakis juga menjelaskan bahwa orangtua perlu memahami bahwa acara-acara yang perpindahan antargambarnya sangat cepat, mungkin tidak layak dikonsumsi oleh anak yang masih sangat muda usianya.

“Apa yang ditonton anak-anak adalah bukan hanya soal bagaimana mereka melihatnya,” katanya seperti dikutip kantor berita Australia, AAP.

Profesor psikologi pada Universitas Virginia, Angeline Lillard, juga mengungkapkan bukan hanya SpongeBob produksi Nickelodeon saja yang bermasalah, tapi juga acara kartun lainnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan orangtua mesti menyadari bahwa anak kecil gampang disusupi dan sesegera mungkin menggunakan kontrol dirinya begitu menyaksikan tayangan-tayangan.

“Saya tak akan menyarankan anak-anak melihat tayangan-tayangan seperti itu saat mereka dalam usia akan sekolah atau kapan pun mereka diharapkan memperhatikan dan belajar,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Nickelodeon, David Bittler, menyanggah temuan para peneliti tersebut dan berkilah bahwa SpongeBob SquarePants pada dasarnya diperuntukkan anak berusia 6-11, bukan yang berusia 4 tahun.

Setelah mengikuti pembahasan tersebut, kini terserah kita masih mau percaya atau tidak dengan fakta ini. Jangan hanya karena sudah terlalu nge -fans terhadap sesuatu termasuk film-film tertentu, lantas kemudian menjadikan kita buta terhadap kebenaran. Karena Allah pun dalam Al Qur’ an  telah mengatakan tuk mengingatkan kita bahwa “Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:216). Sekarang, keputusan di tangan anda.

Diseduh Oleh : Musyaf  Senyapena (senyapena@gmail.com)

Diseduh Di      : Senyapandaan