The Real Idol

The Real Idol

Sebenarnya tulisan ini telah pernah saya sajikan di kedai fikir ini beberapa tahun yang lalu, tepatnya 26 Juli 2009. Namun karena dirasa sangat penting tuk dimunculkan kembali maka dengan ini saya sajikan kembali seduhan (baca: Tulisan) ini. Alasan saya melakukannya adalah karena hendak menjadikannya bahan renungan (refleksi) bersama dengan semua yang kebetulan sedang “kesasar”  ke kedai fikir ini. Refleksi yang saya maksud adalah karena melihat fenomena sekarang di negeri tercinta Indonesia ini yang mana rakyatnya tengah dijejali budaya-budaya impor yang diproyeksikan tuk me-reset mindset para remaja negeri ini.  Seperti yang diketahui bersama bahwasannya saat ini negeri kita tengah dilanda demam K-Pop dan juga konser-konser penyanyi barat. Saya dengan tulisan ini tak hendak menggurui ataupun mengkritik gaya hidup remaja masa kini yang kadung gandrung dengan budaya-budaya urban hedonis ala macanegara tersebut. Karena itu hak asasi mereka. Saya tak mau dibilang sebagai pelanggar HAM orang lain. Namun saya juga punya tanggung jawab moral sosial  (Writer Social Responsibility/WSR) sebagai seorang Blogger (penulis) sekaligus seorang Muslim yang terkena “kewajiban” menyampaikan apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW walau hanya 1 ayat. Nah dengan alasan itulah saya  menyajikan seduhan (Tulisan) ini agar kita semua dapat merenungi diri tentang dampak dari budaya-budaya impor ala boy & girl band tersebut. Peng-import-an budaya semacam itu sebenarnya bukan tanpa sebab. Karena harus diwaspadai bahwa ada proyek besar dari semua itu. Yang salah satu poin penting tujuannya adalah hendak meng-kudeta posisi idola masyarakat negeri kita selama ini yang dahulunya banyak mengid0lakan para pejuang negerinya, nabinya dan para manusia “baik” lainnya. Nah, posisi idola-idola tersebut kini perlahan namun pasti hendak di-kudeta dan diganti dengan idola-idola baru “bentukan mereka” yang kebanyakan hanya berprestasi dalam bidang entertainment macam justin bieber, Suju, Girl Generation dll yang sebenarnya pengaruh mereka bagi bangsa ini hanyalah kecil belaka bahkan tak ada sama sekali selain hiburan yang mereka berikan. Tentu sangat berbeda dengan pengaruh/jasa para pejuang negeri ini. Bahkan dengan jasa para ortu, sahabat dan kawan-kawan kita sendiri, saya yakin masih lebih berjasa mereka. Harap diingat bahwa memang Hak Asasi jika kita mau meng-idolakan mereka. Namun jika berlebihan itu yang menjadi masalah. Seperti yang diberitakan media massa baru-baru ini saat seorang lelaki menusuk pacarnya sendiri hinga tewas kemudian jasad pacarnya tersebut dia buang ke sungai. Alasannya sepele saja, si lelaki cemburu karena pacarnya membawa poster Morgan SMASH. Aih, pengidolaan yang kebablasan atau kecemburuan yang keterlaluan, entahlah. Yang jelas saya hanya ingin kita semua membaca tulisan berikut dan merenung bersama setelahnya. Selamat Membaca dan Merenung.

 

Pemimpin Terbesar Sepanjang Masa

Pemimpin Terbesar Sepanjang Masa

Pemimpin Terbesar Sepanjang Masa

Judul Prestisius di atas pernah menghiasi sampul depan Majalah kenamaan TIME pada tanggal 15 Juli 1974. Dalam edisi tersebut, terdapat sejumlah artikel yang bertema “Apa yang membuat seseorang menjadi pemimpin besar?”, “Sepanjang sejarah, siapa yang berkualitas sebagai pemimpin besar?” dan tema-tema lain seputar hal tersebut. Majalah tersebut mewawancarai sejumlah ahli sejarah, penulis, pejabat militer, pelaku bisnis dan beberapa profesi lainnya. Masing-masing narasumber mengajukan nama-nama tokoh pilihannya berdasarkan persepsi mereka. Dan diantara sebagian besar para penyumbang pendapat dalan wawancara tersebut, ternyata tidak sedikit yang mencantumkan nama Muhammad. Seorang yang dicintai segenap Muslim dan sebuah nama yang sudah menjadi rahasia umum selalu dijadikan sasaran fitnah dan pelecehan oleh sebagian besar masyarakat dan Media-media barat.

Diantara Narasumber dalam wawancara tersebut adalah William Mc Neill, seorang ahli sejarah berkebangsaan Amerika Serikat dari Chicago University yang mengatakan “Jika Anda mengukur kepemimpinan berdasarkan pengaruhnya, maka Anda akan menyebut Yesus, Buddha, Muhammad, Confucius, sebagai orang-orang suci di dunia..”. Kemudian ada James Gavin, seorang Purnawirawan Angkatan Darat Amerika Serikat. Dia berkata “Di antara pemimpin-pemimpin yang telah memberikan pengaruh yang besar selama hidupnya, saya mempertimbangkan Muhammad, Yesus, Lenin, Mao. Dan sebagai seorang yang berkualitas sekarang ini saya akan memilih John F. Kennedy.” Meskipun dia lebih memilih JFK, toh dia tetap berani dengan jujur menyertakan nama Muhammad dalam daftar analisanya. Berikutnya ada seorang Psycoanalis dari Chicago University yang bernama Prof. Jules Masserman. Berbeda dengan narasumber yang lain, dia tidak terlalu gegabah untuk menyatakan pendapatnya. Dia memberikan dan memaparkan beberapa kualifikasi berdasarkan pengaruh yang terbesar. Dia menginginkan standar yang objektif dalam hal ini. Dia berkata bahwa “Pemimpin harus memenuhi 3 fungsi..” 1. Pemimpin harus menyediakan kesejahteraan bagi orang – orang yang dipimpinnya. 2. Pemimpin atau calon pemimpin harus menyediakan suatu organisasi sosial dimana orang – orang akan merasa aman di dalamnya 3. Pemimpin harus menyediakan suatu kepercayaan bagi pengikutnya Berdasarkan ketiga standar fungsi tersebut, Masserman mencari dan menganalisa dalam sejarah terhadap Louis, Salk, Pasteur, Gandhi, Confucius, Alexander Agung, Caesar, Hitler, Yesus, Buddha dan beberapa tokoh lainnya. Dia menyimpulkan bahwa orang-orang seperti Salk dan Pasteur adalah pemimpin dalam fungsi pertama. Tokoh-tokoh seperti Gandhi, Confucius, di satu pihak dan Alexander, Caesar serta Hitler di lain pihak adalah pemimpin yang memenuhi fungsi kedua atau mungkin ketiga. Yesus dan Buddha memenuhi fungsi ketiga. kemudian dia berkata dalam kesimpulan terakhirnya “Mungkin pemimpin yang terbesar sepanjang masa adalah Muhammad yang mengkombinasikan ketiga fungsi di atas dan pada urutan berikutnya adalah Musa”. Pendapat profesor ini tidak bisa diabaikan dan dianggap sebagai kesimpulan yang tergesa-gesa dan Subjektif. Untuk membuktikan betapa Objektifnya pendapat Profesor tersebut, kita bisa melihat dan menilai dari objektifitas analisannya dan dari latar belakang kehidupannya. Meskipun dia seorang Yahudi, yang juga mengabdi pada Pemrintah, toh dia tetap menyertakan nama Adolf Hitler dalam daftar analisanya. Bukankah Hitler adalah musuh terbesar bangsanya yang diklaim telah melakukan Genosida terhadap sekian juta kaum Yahudi. Dan yang lebih mengejutkan adalah keberaniannya mengumumkan kepada negerinya (Amerika Serikat) yang notabene didominasi oleh sekian juta kaum Nasrani dan Yahudi bahwa bukan Yesus atau Musa, tetapi Muhammadlah pemimpin terbesar sepanjang masa. Bukankah ini sebuah pernyataan yang objektif yang disimpulkan dari analisa yang objektif pula.

Di luar dari hasil wawancara yang dilakukan oleh Majalah TIME, ternyata banyak tokoh-tokoh intelek barat maupun timur yang dengan jujur mengagumi kepribadian nabi kita, diantaranya adalah Diwan Chand Sharma, seorang sarjana Hindu yang mengatakan “Muhammad adalah suatu jiwa yang bijaksana dan pengaruhnya dirasakan dan tak akan dilupakan oleh orang-orang di sekitarnya.” [The Prophets Of East, Calcutta 1935, Hal. 122]. Kemudian ada R.V.C. Bodley yang berkata dalam bukunya “Saya ragu apakah ada orang lain yang bisa merubah kondisi manusia begitu besar seperti yang dilakukan oleh Muhammad.” [The Messenger, London 1946, Hal.9]. Lalu ada lagi George Bernard Shaw yang tentunya tidak asing bagi kita, dia adalah penulis dan sastrawan terkenal dari Inggris, dia pernah berucap “Saya telah mempelajari dia (Muhammad), laki-laki yang luar biasa -dan menurut saya, terlepas dari pemikiran anti Kristen, beliau adalah penyelamat manusia.” [The Genuine Of Islam, Vol.I No.81936]. Dan beberapa waktu yang lalu di Amerika Serikat telah terbit sebuah buku yang memuat daftar tokoh-tokoh paling berpengaruh sepanjang masa. Buku setebal 572 halaman yang ditulis oleh Michael H. Hart ini sangat fenomenal dan mungkin juga kontroversial bagi sebagian pembacanya, terutama di Barat. Karena Penulisnya dengan sangat berani menempatkan nama Muhammad di peringkat pertama dalam daftar Tokoh paling berpengaruh sepanjang masa, sedangkan Yesus di urutan ke tiga di bawah Sir Isaac Newton. Dan menempatkan Musa di posisi ke enam belas di bawah Lenin. Buku yang sempat memicu kegusaran sebagian pembacanya, karena diterbitkan dan dibaca pertama kali di Negeri Paman Sam yang mayoritas didominasi oleh jutaan kaum Nasrani dan Yahudi. Namun “Tuan” Hart memiliki alasan tersendiri mengenai hal ini. Dia berkata “Pilihan saya menempatkan Muhammad pada urutan pertama dari daftar Tokoh-tokoh paling berpengaruh mungkin mencengangkan bagi sebagian pembaca dan menjadi pertanyaan besar bagi mereka, tetapi memang sepanjang sejarah hanya beliau satu-satunya orang yang paling berpengaruh baik dalam keagamaan maupun dalam keduniaan.” [Michael H. Hart. Dalam The 100 : A Ranking Of The Most Influential Persons In History, New York : Hart Publishing Company, Inc.1978, Hal. 33]. Berbagai pernyataan di atas seolah menjadi oase yang sedikit banyak menyejukkan hati kita yang sudah terlalu sering dibuat gerah oleh berbagai pernyataan-pernyataan yang melecehkan dan berbagai penghinaan yang dilakukan oleh para kaum Islamphobia (terutama Barat) yang mencapai Klimaksnya dengan munculnya karikatur Nabi Muhammad belum lama ini. Dan mungkin penghinaan -penghinaan seperti ini akan terus berlanjut hingga akhir zaman nanti. Namun pernyataan-pernyataan tersebut juga membenarkan Firman Allah dalam Alqur’an “Dan, Kami tinggikan bagimu sebutan (nama) mu.” [QS.Alam Nasyrah:4].

Nama beliau tetap tinggi di mata kaum beriman dan mereka (Non Muslim) yang masih memiliki kejujuran untuk mengakui kepribadian beliau yang sempurna. adakah sosok pemimpin yang dikagumi sedemikian besar oleh kawan maupun lawan. Terutama di tengah krisis kepemimpinan yang tengah melanda dunia, khususnya Indonesia saat ini. Sebagai penutup tulisan ini, ada baiknya kita simak pernyataan seorang Prancis yang menulis sejarah Turki berikut ini : “..Ahli Filsafat, Ahli Pidato, Rasul, Pemimpin negara, pejuang, pencetus ide-ide, penemu keyakinan yang rasional, penemu 20 kekaisaran di bumi dan menjadikannya satu kekaisaran spiritual, dia adalah Muhammad. Berdasarkan semua Standar kebesaran dan kejayaan yang bisa diukur, kita bisa bertanya, apakah ada orang lain yang lebih besar dari beliau?”  [Lamartine dalam Historie de La Turquie. Paris 1854] Wallahu A’lam. (MS/senyapandaan)

Diseduh Oleh : Musyaf  Senyapena (senyapena@gmail.com)

NB: * Alhamdulillah Tulisan Ini Pernah di muat di Buletin Sidogiri Edisi 36 Thn. IV Muharram – Safar 1430 H