“Seorang Muslim adalah Pencemburu. Dan Allah adalah (lebih) pencemburu.” [HR. MUSLIM]

Tolak Lady Dajjal

Tolak Lady Dajjal

Gembar-gembor penolakan terhadap sang Lady Dajjal (Baca : Lady Gaga) sempat menghangat beberapa waktu lalu di negeri ini. Bahkan dapat dikatakan berita tersebut cenderung memanas. Menjadi Trending Topic berita dunia. Sang superstar yang diklaim sebagai pemilik Follower Twitter terbanyak di dunia tersebut memang sangat fenomenal, hingga mampu menguras energi masyarakat negeri ini karena pemberitaan, debat, diskusi, dan berbagai forum sejenis, yang membahas penolakan terhadap Mother Monster tersebut sangat banyak diikuti pemirsa layar kaca di Indonesia dan berimbas juga pada debat sengit di dunia maya. Dan seperti yang kita ketahui bersama bahwasannya peran media sangat besar dalam hal ini. Mereka lah yang paling bersemangat mengangkat berita tersebut setinggi mungkin karena mereka tahu hal itu dapat mengangkat rating acara mereka.

Dari fenomena penolakan terhadap Lady Gaga itu kita sebagai masyarakat yang kritis juga mulai dapat mengendus “kenakalan” media-media massa terutama Televisi. Karena indikasi mengadu domba sesama anak bangsa juga berpotensi terjadi. Misal dalam membahas masalah penolakan Gaga tersebut, ada 2 kutub yang saling berlawanan dan lagi-lagi merupakan aktor utama yang sering berhadapan sejak dulu. Mereka adalah kaum Sekuler dan Liberal versus Umat dan Ormas Islam yang anehnya selalu saja dihubung-hubungkan kepada ormas Front Pembela Islam. Menarik memang. Bagaimana menyikapi fenomena Gaga ini. Dalam acara Indonesia Lawyers Club di TV One pernah dihadirkan beberapa tokoh, diantaranya adalah ketum PBNU, Imam Masjid Besar Istiqlal, tokoh lintas agama dari katholik dan Kristen, perwakilan POLRI, perwakilan FPI, FUI, Tim Pembela Muslim dan beberapa tokoh ormas lain. Dalam acara tersebut, hanya melihat dari penataan posisi masing-masing narasumber saja pembaca sudah dapat menilai mana tokoh yang Pro konser “setan” Gaga dan mana yang Kontra. Dan yang membuat kita terkejut dalam acara tersebut adalah selain sesama saudara muslim saling terlibat debat kusir, ada satu pernyataan yang sangat menohok hati umat Islam Indonesia. Pernyataan yang saya maksud adalah pernyataan Ketua Umum PBNU Kyai Said Agil Siraj yang mengatakan,”Ada 1 atau 1000 Lady Gaga sekalipun, iman warga NU tidak akan goyah. Dan Indonesia akan menjadi aman jika semua penduduknya adalah NU.”

Subhanallah, pernyataan Maha berani yang keluar dari lisan seorang kyai yang bergelar Profesor dan seorang pengemban amanah memimpin sebuah wadah umat islam dalam ormas terbesar (NU) ini sontak menimbulkan kegaduhan di kalangan masyarakat. Bukan hanya para sesepuh NU dan para Kyai berpengaruh saja yang kaget, kalangan cendikiawan Muslim dan akar rumput juga geger dengan pernyataan selayak sabda Nabi tersebut. Bagaimana bisa seorang manusia -sekalipun ia Kyai besar- dapat menjamin kadar keimanan seseorang tetap stabil, padahal Rasulullah sendiri pernah bersabda bahwa Iman seseorang itu Fluktuatif alias naik turun. Bahkan dalam setiap akhir sholat dalam posisi tasyahud Akhir, seorang Muslim disunahkan berdoa “Yaa Muqollibal Qulb, Tsabit Qolbi wa Abshir Alaa Diinik” yang artinya Ya Allah sang pembolak-balik hati tetapkanlah hati dan penglihatanku hanya kepada agama (Mu).

Dengan demikian sang ketum PBNU tersebut sudah melampaui derajat kehebatan Nabi karena telah mampu menjamin kadar keimanan seseorang tak akan berubah meski mendapatkan godaan berupa “Tabligh Akbar” dari Utusan Dajjal (Lady Gaga). Dan pernyataan berikutnya yang menarik adalah manakala sang Kyai juga mengklaim bahwa negeri ini akan menjadi negeri yang aman sentosa jika semua penduduknya adalah warga NU. Ini sangat nonsense, karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa sesama warga NU saja jika sudah beda partai, beda supporter kesebelasan bola, beda capres dll, ternyata mereka dapat menjadi musuh abadi satu sama lain. Inilah yang saya sebut pernyataan ngawur, ketika seorang muslim sudah ta’ashub mazhab maka sudah dapat dipastikan tidak ada jaminan kedamaian akan bersemayam di lingkungan sekitarnya. Dan ini lebih parah lagi, Ta’ashub Ormas.

Ingat yang menganut mazhab Syafii bukan hanya NU saja namun ormas-ormas lain juga banyak yang Syafi’iyah. Saya tidak bermaksud menyerang ormas tertentu (NU) karena saya juga sebagai salah satu warga Nahdliyyin dari kalangan awam juga merasa miris mendengar pernyataan dari kyai tersebut. Padahal Imam Syafii R.A. pernah berkata bahwa dalil yang paling kuat dalam sebuah masalah maka itu juga dalil dan mazhabku. Ini menunjukkan bahwa Ulama sekelas Imam Syafii pun melarang fanatic buta terhadap Mazhab apalagi ormas. Dan mengenai FPI sendiri kalau boleh jujur meskipun banyak yang benci namun ternyata tak sedikit pula yang mendukungnya. Ustadz Arifin Ilham yang terkenal santun dalam dakwahnya yang juga pemimpin Majlis Zikir Ad Dzikra pernah berujar dalam status FB nya, “Biarkan Arifin yang menanam padinya, dan FPI yang menjaga tikusnya.” Inilah sebuah pernyataan bijak yang elegan. Sebuah gambaran sinkronisasi dan konsolidasi dakwah yang cantik. Ada yang dakwah amar ma’ruf ada pula yang Nahi Munkar. Dan tidak semua bisa berdakwah nahi munkar. Dan salah satu yang menjadikan pakem ormasnya menjadi gerakan dakwah nahi munkar adalah FPI tersebut. Dari sini kita seharusnya juga patut “berterima kasih” kepada ormas-ormas yang konsisten dalam nahi munkar karena seperti yang dititahkan dalam Al Qur’an bahwasannya bencana yang menimpa sebuah negeri itu tak hanya khusus kepada orang-orang yang berbuat munkar saja, semua akan menerima imbasnya, karena mereka diam. “Dan peliharalah dirimu dari siksa yang tidak khusus menimpa orang-orang zhalim saja di antara kamu dan ketahuilah bahwa Alloh amat keras siksanya” {Qs. Al-Anfal (8) : 25}.

Imam Ahmad Bin Hambal juga meriwayatkan hadits dari Ummu Salamah ra, ia berkata bahwa Rosululloh saw bersabda:
“Jika timbul maksiat pada umatku, maka Alloh akan menyebarkan azab (siksa) kepada mereka. Aku berkata: “Wahai Rosululloh, apakah tidak ada pada waktu itu orang-orang shalih?” Beliau menjawab: “Ada”. Aku bertanya lagi: “Apa yang akan Alloh perbuat kepada mereka?” jawab beliau: “Alloh akan menimpakan kepada mereka azab sebagaimana yang ditimpakan kepada orang-orang yang melakukan maksiat, kemudian mereka akan mendapat
ampunan dan keridhoan dari Rabbnya.” (HR. Imam Ahmad). Maka dari itulah siapapun dan dari ormas apapun, jika mereka berbuat kebaikan dan ber-nahi munkar maka sebagai masyarakat Indonesia yang mulai dewasa kita tentu harus dengan pro aktif mendukungnya.Terlepas dari ulah anarkis dari beberapa oknum yang juga harus kita kitisi tentunya.
Dan sesuai dengan Hadis yang saya kutip pada Mukadimah Seduhan ini, seorang muslim adalah pencemburu yang hebat, dan hal itu adalah sesuai dengan sifat tuhannya yang lebih pencemburu dari siapapun. Dan rasa cemburu dalam agama seperti inilah yang kini mulai terkikis dalam hati kita, ini merupakan Grand Design dari musuh-musuh Islam sebelum menghancurkan generasi bangsa ini kedepannya. Ini sesuai dengan perkataan Gleed Stones, mantan PM Inggris dalam menyikapi agenda ghazwul fikri melawan umat Islam ,“Percuma kita memerangi umat Islam, dan tidak akan mampu menguasainya selama di dada pemuda-pemuda Islam ini bertengger Al-Qur’an. Tugas kita sekarang adalah mencabut Al-Qur’an di hati-hati mereka, baru kita akan menang dan menguasai mereka.” Dan proyek “pencabutan” Al Qur’an dari hati umat islam itupun kini mulai berhasil. Buktinya kini para pemuda kita lebih patuh kepada “fatwa” para idola mereka (penyanyi, artis, pemain bola, band dll) daripada mengikuti fatwa Ulama. Dus, Little Monster dan kaum sekuler yang membela mereka memang memiliki hak tuk mendatangkan Lady Gaga ke negeri ini dengan dalih itu adalah HAM dan kebebasan berkumpul serta berekspresi. Namun saudara-saudara kita yang menolak konser-konser setan macam itu juga berhak menolaknya. Inilah kaidah Demokrasi yang harus dihormati bersama seperti yang sering digembar-gemborkan oleh para pegiatnya di negeri ini.Wallahu A’lam

Diseduh Oleh : Musyaf  Senyapena

Diseduh  Di     : Senyapandaan