Our Prophet's Honour

Our Prophet’s Honour

Dunia Islam gempar. Demikian situasi yang belakangan terjadi. Apa pasal ? seperti yang diketahui bersama, semua itu akibat sebuah film “nista” yang bertajuk Innocence Of Muslim besutan sutradara Amerika berdarah Mesir, Nakoula Basseley Nakoula (Sam Bacile). Film pendek yang kabarnya didanai oleh 100 tokoh Yahudi ini memang sangat mencederai perasaan umat Islam di seluruh dunia. Sebab di film tersebut Nabi Muhammad yang sangat diagungkan kehormatannya dilecehkan dan difitnah sangat kejam, mulai dari sosok yang gila perempuan, pedhofil, haus darah manusia lewat pedangnya dan kelakuan-kelakuan biadab lainnya. Semua itu jelas fitnah yang sangat keji. Dan dampak dari pemutaran film tersebut di Youtube tentu saja sangat besar.

Berawal dari Libya dengan tewasnya Dubes AS dan beberapa stafnya. Dan selanjutnya badai protes terus menerjang mulai dari timur tengah, asia selatan, hingga asia tenggara. Ada sesuatu yang unik dari kasus ini, Amerika yang selalu mengagungkan demokrasi dengan toleransi antar umat beragama sebagai turunannya, nyatanya hanya diam saja bahkan cenderung membela sang penggagas film tersebut dengan dalih kebebasan ekspresi dilindungi konstitusi Amerika. Sebuah wajah hipokrit Paman Sam yang selalu menerapkan standar ganda dalam kebijakan luar negerinya (foreign policy) bagi negeri-negeri Muslim. Hal itu tentu tidak mengagetkan, mengingat bahwa Amerika adalah sebuah negara yang apapun kebijakan politiknya, Zionis Yahudi selalu berada di belakangnya. Anda boleh mencaci Tuhan, menggugat Muhammad, membakar Al Qur’an, mengkritik Bible, mem-parodi-kan Yesus di negeri tersebut, dan melecehkan siapapun itu terserah anda karena hal itu dilindungi konstitusi AS, namun jangan sekali-kali anda mempertanyakan kebenaran “Holocaust” terhadap Yahudi yang dilakukan oleh Hitler lewat NAZI-nya, karena hal itu sangat dilarang keras di AS dan dapat berujung kriminalisasi terhadap anda karena Yahudi di sana sangat dimanjakan meskipun jumlah mereka bukan mayoritas. Inilah sebuah kemenangan lobi Zionis Yahudi melalui AIPAC (American-Israeli Public Affair Commitee). Dan inilah salah satu alasan mengapa Sam Bacile dilindungi di AS meskipun hidupnya selalu was-was akibat berbagai ancaman pembunuhan yang dialamatkan padanya. Dan kabar terakhir, Sam Bacile memang dinyatakan bersalah dan akan ditahan namun bukan karena pembuatan film tersebut, melainkan karena berurusan dengan masalah penipuan uang yang bersangkut-paut dengan Bank. Inilah wajah munafik Barat, saat ada manusia-manusia rusak melecehkan kehormatan agama (baca : Islam), maka mereka akan dengan sigap memberikan suaka politik dan perlindungan padanya dengan dalih HAM, seperti perlindungan terhadap Salman Rushdie penulis Satanic Verses (Ayat-Ayat Setan) yang bahkan mendapatkan gelar Sir (gelar kehormatan kebangsawanan dari Kerajaan Inggris) karena karyanya itu. Belum lagi aksi ndablek majalah Jyland-Posten Denmark yang memuat kartun Nabi dengan gambaran yang sangat memfitnah, masih ditambah juga dengan kenekatan majalah Prancis Charlie-Hebdo yang juga berencana memuat karikatur Nabi Muhammad. Redaktur Charlie-Hebdo mengatakan kepada media bahwasannya majalahnya memang konsisten di jalur politik Satire karena dalam pandangan mereka tidak ada manusia suci dan agung di dunia ini. Semua status sama. Sehingga pembuatan karikatur Rasulullah tersebut dimaksudkan agar masyarakat Muslim lama-kelamaan terbiasa dengan gambar satire Nabi mereka. Dan pada akhirnya akan seperti mereka di Barat yang memandang Muhammad hanyalah manusia biasa.Ini tentu tidak dapat diterima oleh semua umat Islam di planet ini. Pasalnya Credo Suci agama Islam adalah mentaati Allah dan Rasulnya (Muhammad SAW). Bahkan tidak dikatakan beriman secara paripurna seorang manusia jika orang tersebut tidak mencintai Rasulullah melebihi cinta pada dirinya sendiri (Al Hadis).

Dari kasus heboh tersebut sebenarnya ada sebuah benang merah yang dapat kita simpulkan menjadi sebuah pelajaran besar. Bahwasannya Barat adalah pengagung Demokrasi dan HAM itu adalah omong kosong. Demokrasi dan HAM hanya berlaku sesuai kriteria mereka. Buktinya di saat ada seseorang yang melecehkan dan merusak Islam maka mereka tetap membela orang tersebut dan menyediakan negara mereka sebagai Safe House bagi para musuh Islam dan kemanusiaan. Ingat, D.N. Aidit dulu juga berlindung di Prancis karena di Black List oleh pemerintah Orde Baru Soeharto sebagai penjahat kemanusiaan dan actor pembantaian umat Islam dan warga negara Indonesia umumnya selama dia memimpin PKI. Namun anehnya, saat Barat merasa dipermalukan dan diganggu kepentingannya oleh sebuah kelompok, individu, dan negara yang mereka cap musuh demokrasi, maka dengan serta merta dan pongahnya akan mereka kejar dan hancurkan para musuh tersebut dengan berbagai cara dan konspirasi. Tak peduli korban sipil menjadi taruhannya. Dan tak peduli pula hukum internasional yang melindungi kedaulatan masing-masing negara. Ambil contoh penjajahan Irak guna menggulingkan Saddam Husein, penyerbuan Afghanistan guna menumpas Taliban dan Al Qaeda serta Usamah Bin Ladin, pem-back up- an terhadap Israel tuk membunuhi rakyat Palestina dan kelompok HAMAS dll. Semua itu membuktikan bahwa HAM dan Demokrasi itu cacat dan hanya boleh ditafsiri tunggal oleh Barat.

Dan benang merah terakhir dari kasus film Innocence of Muslim ini adalah sebuah pembuktian dari Umat Islam bahwasannya merekalah pewaris dan penjaga terakhir kesucian agama Samawi. Karena hanya Muslim yang tetap konsisten menjaga dan membela kehormatan para Nabi, bukan hanya kepada Nabi Muhammad saja, namun juga semua nabi yang pernah diutus oleh Allah. “Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” (Qs. Al Baqoroh [02] : 285).


Mengapa Muslim melakukan pembelaan sedemikian besar terhadap para nabi, terutama nabi akhir zaman Muhammad SAW. Karena mereka telah diajarkan dalam kitab suci mereka, Al Qur’an, bahwasannya para Nabi dan Rasul adalah manusia yang ma’shum alias terbebas dari dosa. Ini bukan berarti tidak pernah melakukan kesalahan layaknya manusia biasa. Para nabi juga pernah khilaf namun mereka sesegera mungkin memohon ampun pada Tuhan atas kesalahannya. Contohnya Yunus AS, yang ngambek terhadap kaumnya yang sulit diajak beriman, Allah ingatkan melalui ujian tertelan dalam perut ikan paus dan akhirnya membuat beliau memohon ampun pada Allah. Nabi Muhammad yang pernah ditegur oleh Allah akibat pernah tidak mengucapkan Insyaallah saat menjanjikan sesuatu pada kaumnya dan juga peristiwa ketika Rasulullah s.a.w. menerima dan berbicara dengan pemuka-pemuka Quraisy yang beliau harapkan agar mereka masuk Islam. Kemudian datanglah Ibnu Ummi Maktum, seorang sahabat yang buta yang mengharap agar Rasulullah s.a.w. membacakan kepadanya ayat- ayat Al Quran yang telah diturunkan Allah. tetapi Rasulullah s.a.w. bermuka masam dan memalingkan muka dari Ibnu Ummi Maktum yang buta itu, lalu Allah menurunkan surat Abasa sebagai teguran atas sikap Rasulullah terhadap ibnu Ummi Maktum itu.

Mengapa Umat Islam disebut sebagai pembela sekaligus penjaga terakhir kesucian agama Samawi, karena Islam melalui Al Qur’an dengan tegas menyatakan bahwa Nabi dan Rasul yang pernah diutus Allah ke dunia sejak Adam AS hingga Rasulullah SAW adalah manusia yang berkelakuan baik. Hal ini berbeda dengan akidah Yahudi dan Kristen, sebab Yahudi seperti yang diketahui adalah kaum yang paling bengal dan keras permusuhannya terhadap para Nabi. Merekalah yang sering membunuhi para Nabi. Ingat kisah pembunuhan terhadap Nabi Ilyas ibn Zakariya AS yang dipotong saat bersembunyi di dalam sebuah pohon. Kemudian pembangkangan mereka terhadap Musa AS hingga mereka dikurung di gurun SINAI selama 40 tahun, kemudian konspirasi pembunuhan Isa AS (Yesus) yang mereka salibkan bak manusia hina. Hingga percobaan pembunuhan terhadap Nabi baik berupa pengkhianatan perjanjian maupun konspirasi meracun Nabi yang dilakukan oleh seorang wanita tua Yahudi.

Menoleh ke Kristen, sayangnya mereka juga kurang layak dianggap sebagai penjaga terakhir kesucian agama Samawi. Karena jika menilik pada Bible, di sana sungguh banyak tertera ayat-ayat yang melecehkan para Nabi. Sebut saja kisah Loth yang melakukan Incest dengan kedua putrinya. “Pada malam itu mereka (kedua putri Loth) memberi ayah mereka (Loth) minum anggur, lalu anak tertua berhubungan seksual dengannya…; keesokan harinya berkatalah sang kakak kepada adiknya,”Tadi malam aku telah tidur dengan ayah, sebaiknya malam ini kita beri dia minum anggur lagi, masuklah engkau untuk tidur dengan dia (berhubungan seksual dengannya, -menurut Injil anak-anak internasional dalam The New Century Version)- sehingga masing-masing kita akan punya anak dari ayah kita. Demikianlah pada malam itu juga mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu anak perempuan yang lebih muda berhubungan seksual juga dengan ayahnya;… Dengan cara ini mengandung kedua anak Loth itu dari ayah mereka.” (Kitab Kejadian 19 :33-36) [dari Good News Bible In Today’s English). Berbeda dengan Al Qur’an yang memberitakan bahwa Nabi Luth (Loth) adalah Rasul yang mulia yang menjadi oposisi tangguh dari kaum Homoseks dan Lesbian (LGBT).

Ada lagi kisah anak Yakub yang tertua yang bernama Ruben yang memperkosa istri ayahnya saat ayahnya tidak ada. Dan saat Israel (nama lain Yakub) mengetahui hal tersebut dia tidak marah ataupun menghukumnya, bahkan Tuhan pun tak mencelanya.(Kitab Kejadian 35:22).

Kisah lain, Yehuda melakukan perzinahan dengan menantu perempuannya hingga hamil dan memberikan anak haram yang kembar yang kemudian menjadi nenek moyang Yesus Kristus.(Kitab Kejadian 38: 15-30).
Salah seorang Putra Daud memperkosa ibunya (10 kali berurutan). Absalom membentangkan sebuah kemah di atas Sotoh dan membaringkan 10 istri (gundik) ayahnya dan memperkosa mereka semuanya satu per satu di depan mata seluruh Bani Israel.(Kitab 2 Samuel 16 :21-23)

Untuk lebih mendalami masalah pornografi dalam bible ini anda bisa membacanya dalam buku The Choice karya monumental Asy Syahid Syekh Ahmad Deedat. Nah dari pemaparan ini sungguh sangat pantas jika George Bernard Shaw sang pemikir dan Dramawan besar Inggris yang kesohor itu setelah membaca Injil dengan teliti pernah mengatakan bahwa kitab tersebut adalah kitab yang paling berbahaya di bumi. Jaga kitab tersebut dalam keadaaan terkunci, larang anak-anak anda membacanya, demikian ia pernah berujar.

Bahkan majalah The Plain Truth –sebuah terbitan World Church Of Tomorrow- yang pada masa pendirinya Herbert Armstrong masih hidup beroplah 8.000.000 buah/eksemplar dan dibagikan secara gratis pernah mengatakan dalam salah satu artikelnya,”Banyak Badan Sensor akan member Injil rating X.”

Nah dari berbagai pemaparan di atas telah jelas bahwa yang paling layak menjadi penjaga terakhir kesucian agama samawi yang bercirikan ketauhidan dan menghormati para Rasul adalah Islam. Karena mereka ditugasi agar mengikrarkan, “Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (QS.Al Baqoroh [02] : 136)

Muslim adalah penerus estafet dakwah Abraham (Ibrahim) yang merupakan datuk dari 3 agama samawi. “Dan karena Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.”(Qs.Ali Imron [03] :68)

Maka sangatlah dapat dimaklumi jika umat Islam sedunia akan bergerak saat Nabinya dihujat sedemikian keji. Itulah karakter orang beriman yang rasa cemburunya terhadap agama sangat besar. Jadi dapat dikatakan pula bahwa memang hanya Muslim lah yang menjadi harapan terakhir agama samawi agar tetap terlindungi dari berbagai fitnah. Karena mengharapkan umat Nashara pun sangat mustahil , sebab mereka sendiri juga “tersandera” oleh kitab sucinya yang sayangnya banyak berisi ayat-ayat pelecehan (Pornografi) terhadap para Nabi. Jadi bagaimana mungkin mereka dapat membela kehormatan para Nabi sedangkan di satu sisi kitab suci mereka juga mengajarkan penistaan terhadap kehormatan para kekasih Tuhan itu. Jadi, hikmah besar dari kasus film Innocence of muslim ini adalah semakin terlihatnya kecemburuan dan rasa cinta umat islam pada nabinya, hal ini juga makin membuktikan kebenaran nubuah Al Qur’an yang menyatakan bahwasannya meskipun (seumpama) seluruh musuh Allah di dunia menghujat Rasulullah SAW, maka seketika itu pula pembelaan akan muncul dari para pengikutnya, sebab Allah memang telah berjanji “Dan, Kami tinggikan bagimu (Muhammad) sebutan (nama) mu.” [QS.Alam Nasyrah:4]. Wallahu A’lam. (MS)

Diseduh Oleh : Musyaf  Senyapena