didihati



Save Rohingya

Save Rohingya

Beberapa tahun ini dunia diramaikan oleh aksi-aksi keji  ISIS yang dalam gambaran media disajikan sebagai gerombolan teroris yang membawa misi agama (baca : Islam) yang hendak menegakkan Daulah berdasar aturan syariah dalam tafsiran versi mereka. Dunia, baik itu Barat maupun negeri-negeri Islam kompak satu suara menolak ISIS dan memberi label mereka sebagai gerakan teroris. Padahal jika kita bijak menyikapi, sebenarnya awal munculnya bibit gerakan semacam ISIS ini adalah ketidakadilan yang dialami oleh para anggotanya setelah porak-porandanya Irak pasca diagresi oleh negara-negara “Pemilik tafsir kebenaran tunggal” yang dikomandoi AS. Bolehlah kita tak setuju kepada ISIS, namun harus kita cermati bahwa sejinak-jinaknya sebuah bangsa jika diperlakukan tak adil maka tunggulah waktunya generasi penerus bangsa itu akan jadi bangsa pembalas yang bahkan bisa lebih keji dari penjajah negaranya. Dari pembukaan tulisan ini, ada satu titik kesimpulan yang hendak kita perluas cakupan bahasannya, yaitu ihwal keadilan. Seduhan Lengkap

Iklan

I help to kill you

I help to kill you

Diseduh Oleh : Musyaf  Senyapena

Sabtu, 11 Oktober 2014, sekira pukul 19.30 an WIB ada berita berjalan/Running Text dalam acara Kompas Petang yang mewartakan bahwa PT. Gudang Garam Tbk. berencana menawarkan pensiun dini bagi para karyawannya karena alasan industri rokok yang makin menuju titik terburuk. Seperti yang diketahui bahwa Pemerintah juga sedang gencar melakukan pembatasan pada industri rokok melalui regulasi yang salah satu contohnya adalah mencantumkan label peringatan MEROKOK MEMBUNUHMU disertai gambar yang makin menyeramkan. Juga pembatasan jam tayang bagi iklan mereka di TV minimal baru boleh tayang jam setengah 10 an malam. Dikabarkan pula dalam warta tersebut bahwa Wakil Gubernur Jawa Timur Gus Ipul meminta agar pabrik rokok besar asal Kediri itu memikirkan kembali rencana perampingan karyawan itu karena dinilai akan berdampak besar terutama dampak pengangguran yang tak sedikit jumlahnya.

Sebelumnya, PT. Bentoel Tbk. asal kota Malang juga sudah menawarkan program pensiun dini kepada 1000 karyawannya dengan dalih efisiensi tenaga kerja. Pabrik rokok kawakan yang kini dimiliki oleh ABT (American British Tobacco) itu memiliki beberapa pabrik yang terbagi menjadi 2 Divisi kerja, yaitu Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM). Dan yang diefisiensikan oleh perusahaan adalah yang divisi SKT karena selain membebani keuangan perusahaan melalui jumlah karyawan yang banyak, juga karena target produksi yang konon juga menurun. Dari kasus ini banyak yang berfikiran bahwa pengangguran akan makin banyak karena seperti yang diketahui bahwa industri yang berkutat pada tembakau ini sudah “menghidupi” banyak orang. Bukan saja para pekerja dan keluarganya tapi juga masyarakat yang selama ini juga terciprat secara tidak langsung oleh bisnis tembakau itu sendiri. Dampak sosial lah yang sangat dipikirkan oleh Pemerintah. Hal ini pulalah yangg nampaknya menjadikan alasan mengapa NU sebagai ormas Islam terbesar di negeri ini masih abu-abu alias belum secara bulat secara kelembagaan untuk mengeluarkan fatwa haram merokok, NU masih sreg dengan hukum Makruh bagi rokok karena selain banyak warganya termasuk para kyainya yang merokok, juga karena lebih melihat pada dampak sosial seperti masalah pengangguran tadi. Berbeda dengan Muhammadiyah dan Majelis Ulama Indonesia yang telah mengharamkan rokok. Berdasar hasil sidang Ijtima’ MUI di Padang Panjang Sumatera Barat pada 2009, keharaman merokok itu terutama pada anak-anak, ibu hamil, dan juga merokok di tempat umum. Seduhan Lengkap


Indonesia Rumah Islam Ramah

Indonesia Rumah Islam Ramah

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa belakangan ini yang sedang hangat menjadi Trending Topic di dunia maya maupun dunia nyata salah satunya adalah fenomena ISIS (Islamic State Of Iraq And Syiria). Gerakan radikal yang dikomandoi oleh Abu Bakar Al Baghdady ini telah membuat gempar Timur Tengah dan dunia Islam pada umumnya. Aksi-aksi keji yang banyak diunduh pejuang mereka di media daring seperti Youtube membuat banyak orang mengelus dada. Mereka dengan pongah menghancurkan makam Nabi Yunus, makam Nabi Daniel, mengebom masjid, menyembelih muslim termasuk ulama dan habaib yang tak sepaham dengan mereka, dan yang terbaru mengubur secara massal kaum Yazidi di Irak yang mereka bantai karena dianggap sebagai penyembah berhala. Yazidi adalah kaum penerus agama Mesopotamia kuno (Zoroaster). Merespon kelakuan kelompok radikal yang mengatasnamakan Islam ini, ormas-ormas islam Indonesia seperti NU dan Muhammadiyah menyatakan tidak setuju dengan ISIS. Bahkan Majelis Ulama Indonesia telah memfatwakan sesat kelompok itu. Seduhan Lengkap


Usamah Bin LadenMengejutkan, itulah hal pertama yang saya rasakan saat kali pertama membaca sebuah berita yang diturunkan laman hidayatullah.com mengenai sisi lain kematian Usamah Bin Ladin yang selama ini dinyatakan tewas oleh serangan pasukan NAVY SEALS AS. Karena ternyata ada sebuah pandangan baru mengenai kisah kematian sosok fenomenal tersebut. Hal itu terungkap dalam hasil wawancara Gulf News dengan salah seorang warga Mesir mantan pengawal Bin Ladin, yang dipublikasikan pada hari Senin (27/5/2013). Dalam wawancara itu, tokoh salah satu kelompok Islam itu juga menceritakan bagaimana manjanya tentara Amerika Serikat dan mengomentari beberapa isu di Mesir terkait dengan Al-Qaidah. Tokoh bernama Nabil Naim Abdul Fattah, mantan pemimpin Jihad Islam Mesir (1988-1999) itu mengatakan bahwa Usamah bin Ladin tidak tewas karena ditembak mati oleh pasukan khusus Amerika Serikat SEALS dalam ‘Operasi Geronimo’, melainkan karena Bin Ladin sendiri yang meledakkan diri ketika pasukan AS melancarkan serangan ke rumah persembunyiannya di Abottabad, Pakistan, pada 2 Mei 2011.

“Cerita tentang pemakaman Bin Ladin di laut itu meragukan. Presiden Amerika Serikat Barack Obama berbohong ketika dia mengatakan bahwa Bin Ladin dikubur di laut. Bagian tubuh Bin Ladin tercerai-berai, seperti [tubuh pelaku] serangan bom bunuh diri, jadi tidak meninggalkan jejak bagi AS untuk mengidentifikasinya,” kata Abdul Fattah. Abdul Fattah yang pernah menjadi pengawal pribadi Bin Ladin ini  mengaku bahwa dirinya tidak berada di Abotabad saat peristiwa itu terjadi. Namun, dia mengatakan mendengar apa yang terjadi dengan Bin Ladin dari saudara salah satu keturunan milyuner Arab Saudi itu. Dia membenarkan bahwa pemimpin Al-Qaidah itu sepanjang waktu mengenakan sabuk berupa bom selama sepuluh tahun sebelum kematiannya dan bertekad tidak akan menyerahkan dirinya kepada Amerika Serikat.

“Intelijen AS merencanakan untuk menangkapnya hidup-hidup, tetapi mereka salah perhitungan. Dia meledakkan diri agar tidak ditangkap. Dan juga, dia ingin menyimpan rahasia-rahasianya sampai mati dan dia punya banyak sponsor dari negara-negara Teluk yang mengiriminya uang. Dia ingin menyelamatkan mereka dari segala macam kesulitan. Dia bersumpah di depan Ka’bah untuk menjaga semua rahasianya sampai mati,” kata Abdul Fattah.

Pria asal Mesir itu juga menyoroti kemungkinan bahwa salah seorang pendukung Bin Ladin ada yang berkhianat. Seduhan Lengkap


Stop Tayangan Tak Bermutu

Stop Tayangan Tak Bermutu

Pernahkah anda merasa jenuh atau bahkan muak dengan tayangan TV di negeri ini. Secara jujur mungkin kita semua banyak yang merasakannya. Tayangan – tayangan yang dapat membuat kita malas menonton, toh sangat banyak di negeri ini. Mulai acara infotainment yang kurang mendidik dan menyebarkan budaya pop dan permisiv (serba boleh), sinetron yang bertema Monothon dan parahnya lagi ditayangkan setiap hari dan di saat Prime Time pula. Acara-acara music di pagi hari yang juga kadang kurang layak ditonton generasi muda dan masih banyak lagi tayangan-tayangan sejenis yang harusnya selalu kita kritisi. Banyaknya tayangan tak bermutu di negeri ini bukanlah isapan jempol belaka. Menurut Henny Supolo, Penggiat Pendidikan, tujuan undang – undang Nomor 32 Tahun 2002 mengenai penyiaran adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa (seperti amanah pembukaan UUD 45). Dan hal tersebut harusnya menjadi acuan kegiatan penyiaran. Bukan malah dengan menjadikan peringkat acara sebagai acuannya. Menurut Henny – pada acara Indonesia Broadcasting Expo 2013 (IBE), Kamis (18/04) di Jakarta- stasiun TV hendaknya menghindari tayangan yang mengumbar kekerasan, diskriminasi, dan pelecehan. Seduhan Lengkap


Free Palestine

Free Palestine

Jalur Gaza memanas kembali, pasca Syahidnya komandan tertinggi Brigade Izzuddin Al Qasam (Sayap Militer HAMAS), Ahmad Ja’bari, Rabu 14 November 2012. Dari peristiwa yang hingga seduhan ini tersaji, korban jiwa masih terus berjatuhan karena Israel masih secara massiv menggempur Gaza, ada satu berita menarik yang berupa surat yang dikirimkan oleh salah seorang penduduk Gaza yang meskipun bukan merupakan orang besar di daerah itu, namun setidaknya ada sebagian besar potret isi hati warga Gaza dalam isi suratnya tersebut. Semoga dapat menjadi bahan perenungan bersama bagi kita agar dapat lebih dapat mensyukuri hidup dan lebih berempati terhadap penderitaan manusia lain di sekitar kita dan juga yang berada di sisi bumi yang lain. Berikut isi surat tersebut.

Surat dari Gaza untuk Muslim Indonesia
Oleh Noer Malaky

“Untuk saudaraku di Indonesia, mengapa saya harus memilih dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia. Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki adalah karena negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku? Seduhan Lengkap


Our Prophet's Honour

Our Prophet’s Honour

Dunia Islam gempar. Demikian situasi yang belakangan terjadi. Apa pasal ? seperti yang diketahui bersama, semua itu akibat sebuah film “nista” yang bertajuk Innocence Of Muslim besutan sutradara Amerika berdarah Mesir, Nakoula Basseley Nakoula (Sam Bacile). Film pendek yang kabarnya didanai oleh 100 tokoh Yahudi ini memang sangat mencederai perasaan umat Islam di seluruh dunia. Sebab di film tersebut Nabi Muhammad yang sangat diagungkan kehormatannya dilecehkan dan difitnah sangat kejam, mulai dari sosok yang gila perempuan, pedhofil, haus darah manusia lewat pedangnya dan kelakuan-kelakuan biadab lainnya. Semua itu jelas fitnah yang sangat keji. Dan dampak dari pemutaran film tersebut di Youtube tentu saja sangat besar.

Berawal dari Libya dengan tewasnya Dubes AS dan beberapa stafnya. Dan selanjutnya badai protes terus menerjang mulai dari timur tengah, asia selatan, hingga asia tenggara. Ada sesuatu yang unik dari kasus ini, Amerika yang selalu mengagungkan demokrasi dengan toleransi antar umat beragama sebagai turunannya, nyatanya hanya diam saja bahkan cenderung membela sang penggagas film tersebut dengan dalih kebebasan ekspresi dilindungi konstitusi Amerika. Seduhan Lengkap

Laman Berikutnya »