Awas Illuminati

Awas Illuminati

The Inner Circle, the Elitists, the Powers – atau apapun mereka namanya– merencanakan dan mengorganisir dengan rahasia untuk mencapai tujuan mereka, yaitu pemerintahan global, atau Tata Dunia Baru (The New World Order -NWO), atau sebuah pemerintahan dunia. Untuk melakukan hal ini, mereka harus mendorong setiap negera untuk tunduk bertekuk lutut kepada mereka, sehingga warga negaranya tidak mampu melakukan perlawanan.

Amerika nampaknya merupakan benteng terakhir untuk ditaklukkan, dan pada saat ini kita sudah lemah. Mereka menggunakan berbagai cara dan teknik dalam membangun Tata Dunia Baru, namun di balik masing-masing metoda ini, yang merupakan dasar yang dipraktekkan adalah: dengan cara menanamkan rasa ketakutan dalam masyarakat, sehingga kita akan bersandar kepada pemerintah untuk keselamatan dan meminta perlindungan, maka saat ini sedang berlangsung penyerahan hak-hak dan kebebasan kita.

Di bawah ini adalah sebagian dari cara utama yang dilakukan Illuminati untuk mencapai tujuannya, tetapi jangan keliru, a rose for a rose, dengan menganggap semuanya berasal dari mereka. Seduhan Lengkap

Iklan

The Mystery Of Hajj

The Mystery Of Hajj

Kabar “mengerikkan” itu datang juga. Kerajaan Arab Saudi akhirnya tetap ngotot memangkas kuota jama’ah haji sebesar 20 persen bagi semua negara . Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan Jama’ah haji terbesar juga terkena imbasnya. Pihak NKRI yang diwakili Menteri Agama, Surya Dharma Ali, menegaskan bahwa pihak Saudi sudah tidak mau berkompromi mengenai masalah pemangkasan kuota haji 2013 ini. Kabar ini diterima Kemenag dari Dubes Arab Saudi untuk Indonesia yang merupakan terusan dari Menteri Haji Arab Saudi, Bandar Bin Muhammad Haiiar. Saudi beralasan bahwa ini semua demi keselamatan dan kenyamanan para Jama’ah Haji, karena dengan adanya renovasi Masjidil Haram nantinya jumlah jama’ah akan semakin banyak yang dapat ditampung dan juga semakin nyaman dalam beribadah.

Dari skenario pemangkasan ini pihak Indonesia sudah dapat merinci nilai kerugiannya. Total kerugian Indonesia diperkirakan sekitar 800 Miliar. Dengan rincian, pemrintah sudah membayar 50 persen ongkos sewa pemondokan, tender catering, serta transportasi udara dan darat. Kerugian dari pihak penyelenggara haji regular (pemerintah) Rp 492 Miliar. Sedangkan dari pihak swasta (biro haji) yang juga termasuk penyelenggara haji khusus, kerugian ditaksir sekitar 150 Miliar.

Kerugian-kerugian tersebut masih ditambah dengan “kerugian psikologis” yang dialami para Calon Jama’ah (CJHI). Seduhan Lengkap


Usamah Bin LadenMengejutkan, itulah hal pertama yang saya rasakan saat kali pertama membaca sebuah berita yang diturunkan laman hidayatullah.com mengenai sisi lain kematian Usamah Bin Ladin yang selama ini dinyatakan tewas oleh serangan pasukan NAVY SEALS AS. Karena ternyata ada sebuah pandangan baru mengenai kisah kematian sosok fenomenal tersebut. Hal itu terungkap dalam hasil wawancara Gulf News dengan salah seorang warga Mesir mantan pengawal Bin Ladin, yang dipublikasikan pada hari Senin (27/5/2013). Dalam wawancara itu, tokoh salah satu kelompok Islam itu juga menceritakan bagaimana manjanya tentara Amerika Serikat dan mengomentari beberapa isu di Mesir terkait dengan Al-Qaidah. Tokoh bernama Nabil Naim Abdul Fattah, mantan pemimpin Jihad Islam Mesir (1988-1999) itu mengatakan bahwa Usamah bin Ladin tidak tewas karena ditembak mati oleh pasukan khusus Amerika Serikat SEALS dalam ‘Operasi Geronimo’, melainkan karena Bin Ladin sendiri yang meledakkan diri ketika pasukan AS melancarkan serangan ke rumah persembunyiannya di Abottabad, Pakistan, pada 2 Mei 2011.

“Cerita tentang pemakaman Bin Ladin di laut itu meragukan. Presiden Amerika Serikat Barack Obama berbohong ketika dia mengatakan bahwa Bin Ladin dikubur di laut. Bagian tubuh Bin Ladin tercerai-berai, seperti [tubuh pelaku] serangan bom bunuh diri, jadi tidak meninggalkan jejak bagi AS untuk mengidentifikasinya,” kata Abdul Fattah. Abdul Fattah yang pernah menjadi pengawal pribadi Bin Ladin ini  mengaku bahwa dirinya tidak berada di Abotabad saat peristiwa itu terjadi. Namun, dia mengatakan mendengar apa yang terjadi dengan Bin Ladin dari saudara salah satu keturunan milyuner Arab Saudi itu. Dia membenarkan bahwa pemimpin Al-Qaidah itu sepanjang waktu mengenakan sabuk berupa bom selama sepuluh tahun sebelum kematiannya dan bertekad tidak akan menyerahkan dirinya kepada Amerika Serikat.

“Intelijen AS merencanakan untuk menangkapnya hidup-hidup, tetapi mereka salah perhitungan. Dia meledakkan diri agar tidak ditangkap. Dan juga, dia ingin menyimpan rahasia-rahasianya sampai mati dan dia punya banyak sponsor dari negara-negara Teluk yang mengiriminya uang. Dia ingin menyelamatkan mereka dari segala macam kesulitan. Dia bersumpah di depan Ka’bah untuk menjaga semua rahasianya sampai mati,” kata Abdul Fattah.

Pria asal Mesir itu juga menyoroti kemungkinan bahwa salah seorang pendukung Bin Ladin ada yang berkhianat. Seduhan Lengkap


Stop Tayangan Tak Bermutu

Stop Tayangan Tak Bermutu

Pernahkah anda merasa jenuh atau bahkan muak dengan tayangan TV di negeri ini. Secara jujur mungkin kita semua banyak yang merasakannya. Tayangan – tayangan yang dapat membuat kita malas menonton, toh sangat banyak di negeri ini. Mulai acara infotainment yang kurang mendidik dan menyebarkan budaya pop dan permisiv (serba boleh), sinetron yang bertema Monothon dan parahnya lagi ditayangkan setiap hari dan di saat Prime Time pula. Acara-acara music di pagi hari yang juga kadang kurang layak ditonton generasi muda dan masih banyak lagi tayangan-tayangan sejenis yang harusnya selalu kita kritisi. Banyaknya tayangan tak bermutu di negeri ini bukanlah isapan jempol belaka. Menurut Henny Supolo, Penggiat Pendidikan, tujuan undang – undang Nomor 32 Tahun 2002 mengenai penyiaran adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa (seperti amanah pembukaan UUD 45). Dan hal tersebut harusnya menjadi acuan kegiatan penyiaran. Bukan malah dengan menjadikan peringkat acara sebagai acuannya. Menurut Henny – pada acara Indonesia Broadcasting Expo 2013 (IBE), Kamis (18/04) di Jakarta- stasiun TV hendaknya menghindari tayangan yang mengumbar kekerasan, diskriminasi, dan pelecehan. Seduhan Lengkap


SAHABAT SEJATI

SAHABAT SEJATI

Di akhir zaman seperti ini sungguh sangat sulit bagi kita dalam menentukan siapakah sosok yang dapat menjadi sahabat sejati bagi kita. Nah, berikut ini ada tips dari seorang wali Allah penulis kitab Al Hikam, Syeikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandary. Mari direnungi bersama.

“Tak ada sahabat sejatimu kecuali dia yang paling tahu aibmu, dan tidak ada (sahabat seperti itu) kecuali Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Sebaik-baik sahabatmu adalah yang menuntutmu, tetapi sama sekali tuntutan itu tidak ada kepentingannya darimu untuk-nya.”

Tak ada yang lebih tahu aib kita secara detil dan rinci melainkan Allah swt, karena Dia-lah yang tak pernah meninggalkan anda ketika anda dalam kondisi hina dan tidak menolak anda ketika anda dalam kondisi sangat kurang, bahkan senantiasa mengasihi anda dalam situasi apa pun. Seduhan Lengkap


I Love My Faith

Bismillah, meski telat namun untuk mengawali tahun baru 2013 ini saya berkeinginan untuk membagi sebuah nasihat/petuah dari seorang Pemikir Islam dan Melayu kenamaan, Prof.Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud . Karena saya kira nasihat dalam bingkai puisinya tersebut sangat dalam tuk direnungi bersama.

Kenapa Begitu Sekali?

Apabila agamaku dipertahan teguh
Diamalkan ikhlas bersungguh
Aku konservatif jumud kau tuduh
Enggan maju berfikiran masa bodoh

Apabila bahasa Kebangsaan diterapkan
Di semua bidang dan lapangan
Kau melaungkan kebimbangan
Bangsa tercinta terus terkebelakang
Dalam pertandingan menambah harta dan wang
Tenggelam tertelan globalisasi menggelombang

Apabila bahasamu diangkat melangit
Bahasaku kau serang sengit
Aku kau minta berlapang dada
Demi kebaikan bersama

Apabila Tuhanku kau hina
Dengan sifat syirik segala
Kau mengibar bendera toleransi
Menyanyikan lagu hak asasi

Aku hanya bisa menulis di sini
Para penguasa sibuk mengemis undi
Insan pembawa kitab kerap menafsiri
Menurut kehendak pengikut dan kawan terkini
Kenapa begitu sekali?


Toleransi Islam

Toleransi Islam

Hari ini satu hari mendekati hari Natal. Banyak kita saksikan kaum Kristen sibuk dengan berbagai keperluan menghadapi hari raya mereka tersebut. Unik, di negeri yang dihuni mayoritas Muslim ini semarak Natal tak kalah bahkan lebih meriah dari 2 hari raya umat Islam. Mulai dari acara televisi, hingga kesibukan pusat-pusat perbelanjaan tak mau ketinggalan tuk ikut menyemarakkannya. Hal ini sangat lumrah kita saksikan di sekitaran kita. Karena Indonesia ini memang sebuah rumah besar yang dihuni mayoritas Muslim “Moderat”. Jadi kegiatan apapun yang berhubungan dengan perayaan keagamaan akan didukung oleh pemerintah Republik ini dan dipersilahkan oleh masyarakat luas dengan dalih toleransi beragama.

Namun yang menjadi masalah adalah jika toleransi itu terlampau kebablasan. Seperti adanya ajakan untuk melakukan Natal bersama dan doa lintas agama.Kami umat Islam jelas dilarang untuk mengikuti ajakan tersebut. Meskipun ada himbauan dari pengurus PBNU Pusat yang menyatakan bahwa iman warga NU (Mayoritas di Negeri ini) tidak akan luntur hanya dengan mengucapkan selamat Natal kepada teman-teman kita dari kalangan Kristen. Dan meskipun pak Kyai tersebut dapat menjamin akidah kita tidak akan terganggu, namun kami toh harus lebih patuh kepada Tuhan kami yang melarang hal itu. “Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan:“Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga.” Padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” (QS Al-Maidah Ayat 73). Seduhan Lengkap