Musyafucino lahir di senyaPandaan, maksudnya di sisi-sisi sepi (senyap) kota kecil Pandaan. Ke-ADA-an kedai Fikir ini sebenarnya merupakan sebuah puncak dari proses pendidihan hati dan otak yang sudah sangat lama yang  akhirnya  pada 08 April 2009 baru bisa tersaji dalam sebuah wadah ide dan mimpi serta imadjie yang sederhana ini (blog ini). Banyak alasan kenapa hamba yang hina lagi bodoh ini memutuskan untuk menjadi seorang penulis (meski mungkin hanya seorang penulis kelas pinggiran), salah satu alasan terkuat adalah karena mendengar petuah bijak sang guru besar Islam, Sang Hujjatul Islam Al Imam Al Ghazali yang pernah berujar,“Jika engkau bukanlah anak seorang kaya dan juga bukan anak seorang raja, maka jadilah engkau seorang penulis.”

Nah, karena petuah bijak itulah pendiri kedai fikir ini bersemangat menghidupkan kembali mimpinya semenjak kecil untuk menjadi seorang penulis (sekali lagi-meski mungkin hanya penulis kelas kacangan). Terlepas dari segala keterbatasan yang dipunyai saya, inilah salah satu bentuk sumbangsih saya, meski sederhana namun anggaplah ini layaknya sebuah batu bata atau sekedar pasir yang semoga dapat digunakan dalam pendirian kembali peradaban Islam yang menjunjung tinggi ilmu dan juga semoga dapat menjadi sekedar batu bata atau pasir bagi pembangunan peradaban bangsa Indonesia yang memiliki mimpi untuk menjadi bangsa beradab dan berperadaban mulia. Amin.

Musyaf Senyapena

Musyaf Senyapena

Pendirian kedai fikir ini juga saya maksudkan sebagai sebuah bentuk warisan bagi penerus saya kelak karena saya yakin bahwa warisan terbesar dan terabadi adalah ilmu dan bukan harta dunia semata. Nah, kedai fikir inilah yang saya gunakan untuk menampung segala ilmu yang diamanahkan Tuhan pada saya (sebatas kapasitas ke-ilmu-an saya) agar kelak dapat disalurkan kepada generasi berikutnya. Jika para sejarawan mengkategorikan bahwasannya sebuah bangsa hanya memiliki dua masa dalam perjalanan kehidupannya, yaitu masa Prasejarah dan masa Sejarah, maka saya berharap saya adalah salah satu manusia yang terlahir di bumi sebuah bangsa yang bernama Indosesia yang mana masa kelahiran saya tersebut adalah masa sejarah. Maksudnya begini, para sejarawan mengatakan bahwa salah satu ciri khas manusia zaman Prasejarah adalah mereka meninggalkan warisan berupa benda-benda tak beraksara guna mengabarkan kepada generasi setelahnya bahwa mereka pernah ada, exist. Hal ini karena mereka belum mengenal aksara. Sedangkan manusia yang hidup dalam masa sejarah/pasca prasejarah adalah mereka yang telah mengenal keber-aksara-an dan dapat menuliskan aksara-aksara tersebut guna mewakili dan sebagai sarana penunjukkan eksistensi dirinya, bahwa mereka pernah ada. Nah warisan yang berupa aksara yang merupakan ciri khas manusia pasca prasejarah inilah yang penulis maksudkan dengan pendirian kedai fikir ini. Karena saya yakin bahwa tulisan tidak akan pernah lapuk disegala zaman apapun alias abadi, berbeda dengan prasasti maupun bangunan fisik lainnya yang sangat rapuh dalam menghadapi gerusan zaman. Karena bukankah benda-benda tersebut dapat roboh, lapuk, atau bahkan dijarah dan dirusak tangan-tangan jahil.

Sebagai penutup saya akan menyiratkan sebuah moto hidup yang saya pegang selama ini yaitu,”Hidup adalah Menulis Separuh TAKDIR atau ditulis oleh TAKDIR seluruhnya”

Dan sebagai ikhtiar dari harap doaku, semoga Kedai Fikir ini  dapat bermanfaat setidaknya bagi saya pribadi dan para anda yang “kebetulan kesasar” ke blog ini . Dunia, kenalkan, saya Musyaf  Senyapena alias M.S. Kudo, seorang hamba Tuhan yang Dho’if  yang mencoba berpartisipasi merambah Rimba Maya (Cyber)
Semoga diridhoi Nya,aMin

“And with this I will spread the virus musyaFluenza for those who are infected by this virus has the spirit to write more powerful than the spreader…”

21 Tanggapan to “Sekilasku”

  1. petty, offset punya Says:

    ikum….

    wasskum

  2. petty, offset punya Says:

    ahh…
    g jd yg itu. simple bgt. q g ngerti masalah tulis-menulis. dilihat dr pnulisan kata aza dah salah kaprah.tapi… loh??? ne Pi’i sang straper kn? skilas baca, 1 jempol q acungkan.
    1 halaman terbaca, 2 jempol q bwt km. beberapa halaman terbaca, 3 jempol g kn mubadzir. slesai baca semua, 4 jempol q angkat. alhasil di marahin ma orang KBU sbelah, coale yg 2 q pake jempol kakiq yang sdikit berbau q angkat2.hem…. c u

  3. Gunawan Purwanto Says:

    Dol……..
    bagus Dul, ternyata ente emang berbakat. Lanjutkan kreasi yang ada di angan n benakmu saudaraku.Semoga kita kelak menjadi orang yang sukses dunia n akhirat.
    Amiin………

  4. ari Says:

    waduu abdol reekkk…
    tambah sipp ae…

    1. musyafucino Says:

      Salam balik Ari alias Tile, hehe

  5. levi Says:

    asslm, wr. wb.

    Dear Musyaf,
    Finally i have time to visit your cafe. Nice writing, boy.. Keep going..

    wasslm, wr. wb.

    1. musyafucino Says:

      Wa’alaikum Salam Wr.Wb. thanks Mom, waduh suatu kehormatan anda telah berkunjung ke kedai pikirku ini🙂

  6. riskaoktaviana Says:

    hemmm….. nice ^^
    hope i know who you are ….

    1. musyafucino Says:

      Ur friend in the Junior High School,Rizka

  7. EnggaR Says:

    OooW…. kamu toh!!! SaLuuTtt… masih sempet buat coretan2 keciL ni…. padahaL katany siBuK…. LanjuTkan!!!🙂

  8. Bangkit Says:

    Assalamu’alaikum…
    Yo’opo kabare ‘i?
    Sehat2 ae kan? Sa’iki kerjo neng ndi?
    Salut ambek tulisan2 mu…

    1. musyafucino Says:

      Wa’alaikum Salam Wr.Wb.
      Alhamdulillah baek wal afiat🙂
      kerja serabutan jadi pemulung inspirasi yang berserakan, dan hasil dari memulung inspirasi itu digodok di Kedai (pikir) Musyafucino ini.
      sukses buat u bro dan gnet-media.com nya !!!

  9. wieke shinoda Says:

    Assalamualaiku Wr. Wb.

    Waduuuhh tman lmaQ yg Q rindukan..qeqeqeqe
    pi’i.. koq iso nulis koyok ngunu iku?? ajarono po’o aku yg gak pinter blas corat coret opomane tulis menulis.. Keren tulisanmu brow.. sering update yow.. apakah ini yg di namakan ‘bicara dalam diam’ ??

    1. musyafucino Says:

      Wa’alaikum Salam Wr.Wb.
      Mkc bxk pren dah sudi mampir ke kedai reot Musyafucino ini.Yang pinter tuh Tuhan, kita cuma menuliskan sesuatu yang telah dibuat polanya oleh Dia sesuai kemampuan kita.karena sejatinya menurut Musyafologi,”Hidup adalah MENULIS separuh TAKDIR atau DITULIS seluruhnya oleh TAKDIR”.Nah mari saling mendukung dalam proses penulisan Separuh Takdir kita biar hidup ini ga’ sepenuhnya dikendalikan oleh hidup itu sendiri.Semangat!!!

  10. Ice tanpa Cream Says:

    Bang gak kurang tinggi a kakinya????

    bisa gak ane nitip di blog ente???

    lo bisa carana piye???

    1. musyafucino Says:

      nitip apaan,pren? kalo nitip dana kampanye c jangan. takutnya diselidiki KPK ntar,hehe ;}

  11. Asskum,? Says:

    Tulisne bgus.

    1. musyafucino Says:

      Wsslmkum. mkc😉

  12. Anonim Says:

    Bisa sabar n telaten di blogging tuh keren loh ‘i.

    1. musyafucino Says:

      thanks bro dukungannya.semoga bs istiqomah menulis & membagi inspirasi,imajinasi,aspirasi maupun apresiasi.amin

  13. Maz Subkhan Says:

    aduh pi’i, mantap deh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s